Abstract
Posisi dari teori sosial Weberian menunjukkan korelasi kuat antara kapitalisme dengan Calvinisme. Oleh karena itu, ada pandangan bahwa teologi Reformed (Calvinis) secara prinsip berseberangan dengan ideologi Marxisme. Menggunakan metode perbandingan kepustakaan, penelitian ini meninjau ulang tesis Weberian yang demikian dengan meletakkan Calvinisme dan Marxisme dalam gerak dialektika. Pemikiran Herman Bavinck akan mewakili teologi dari perspektif Calvinisme karena pemikiran dan kehidupan politiknya mencerminkan penolakan terhadap Marxisme. Sementara itu, tulisan ini menyorot pemikiran Karl Marx tentang ekonomi karena kegiatan produksi merupakan sentral pemikirannya dalam berfilsafat atau membaca sejarah manusia. Hasil dari penelitian ini adalah secara teoretis, pemikiran Bavinck dan Marx merupakan kontras. Bavinck menitikberatkan metode berteologinya pada wahyu, sedangkan Marx bertumpu pada kondisi material kegiatan ekonomi dalam membangun pemikiran filsafatnya. Namun, walau memiliki perbedaan metodologis dan epistemologis, pemikiran Bavinck dan teori Marx memiliki titik sintesis dalam ranah praksis. Teologi Bavinck menyumbang orientasi bagi tindakan praksis Marx, sedangkan pemikiran Marx dapat menyumbang saran konkret bagi praktik teologi Bavinck. Oleh karena itu, resolusi atas kontradiksi kedua pemikiran ini bersifat kolaboratif-komplementer dalam ranah praksis.
Cite
CITATION STYLE
Pangaribuan, R. (2022). Dialektika Teologi dari Perspektif Herman Bavinck dengan Pemikiran Ekonomi Marxisme. Indonesian Journal of Theology, 10(1), 108–135. https://doi.org/10.46567/ijt.v10i1.240
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.