Peningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif dengan Konteks Budaya Lokal Karawang Menggunakan Realistic Mathematics Education Pada Masa Pandemi

  • Asmara A
  • Fitri A
  • Anwar A
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
105Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Creative thinking can be said to construct an idea that emphasizes several aspects of ability, such as flexibility and originality. This can familiarize students not only with knowing the material but also understanding and applying it in everyday life so that understanding becomes long-term memory in memory. This creative thinking ability can be facilitated during the learning process in a mathematically realistic approach or better known as RME. So the purpose of this research is to improve students' creative abilities through a mathematical realistic approach with local culture as a context. This study uses a quasi-experimental method with a research design of The Nonequivalent Control Group Design through a creative thinking test. The study was conducted in two classes with different treatments, one class as the experimental class and the other as the control class. Conducted at the seventh grade junior high school level. The results of this study are the improvement of students' mathematical creative thinking skills who receive RME learning is better than students who receive expository learning methods.Berpikir kreatif bisa kita katakan sebagai proses mengkontruksi sebuah ide yang menekankan beberapa aspek kemampuan, seperti keluwesan, keaslian. Hal tersebut yang mampu membiasakan siswa tidak hanya  tahu terhadap  materi,  namun  wajib memahami  dan  mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari  sehingga  pemahaman  tersebut  menjadi  ingatan  jangka  panjang dalam memorinya. Kemampuan berpikir kreatif ini bisa difasilitasi pada saat proses pembelajarannya dalam pendekatan realistik matematis atau lebih dikenal dengan RME. Maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk bisa meningkatkan kemampuan kreatif siswa melalaui pendekatan realistik matematik dengan budaya lokal sebagai konteks. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain penelitian jenis The Nonequivalent Control Group Design melalui tes berpikir kreatif. Penelitian dilakukan pada dua kelas dengan perlakuan yang berbeda, satu kelas sebagai eksperimen dan kelas yang lainnya sebagai kelas kontrol. Dilakukan pada jenjang SMP kelas VII. Hasil penelitian ini adalah Peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa yang memperoleh pembelajaran RME lebih baik daripada siswa yang memperoleh metode pembelajaran dengan ekspositori

Cite

CITATION STYLE

APA

Asmara, A. S., Fitri, A., Anwar, A. S., & Muhtarulloh, F. (2022). Peningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif dengan Konteks Budaya Lokal Karawang Menggunakan Realistic Mathematics Education Pada Masa Pandemi. SJME (Supremum Journal of Mathematics Education), 6(1), 85–92. https://doi.org/10.35706/sjme.v6i1.5761

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free