Abstract
Program pengabdian ini dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat rawan bencana di Probolinggo melalui psikoedukasi Psychological First Aid (PFA) dan pelatihan tanggap darurat berbasis komunitas. Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkuat kesiapsiagaan psikososial warga serta menciptakan mekanisme respon cepat yang terstruktur. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan PFA, simulasi lapangan, penyusunan SOP tanggap darurat, dan evaluasi partisipatif bersama mitra desa. Seluruh proses dirancang untuk memberikan pengalaman langsung, meningkatkan literasi psikososial, dan memperkaya kemampuan warga dalam melakukan asesmen kebutuhan, memberikan dukungan awal, serta mengelola alur kerja saat bencana. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman prinsip-prinsip PFA, keterampilan peserta dalam membentuk struktur tim respons cepat, serta kemampuan menyusun prosedur operasional standar yang relevan dengan konteks lokal. Kontribusi pengabdian ini terhadap pengembangan ilmu pendidikan terletak pada penerapan pendekatan experiential learning, community-based learning, dan pendidikan kebencanaan yang memungkinkan masyarakat belajar secara aplikatif, reflektif, dan berkelanjutan. Program ini membuktikan bahwa integrasi edukasi psikologis dan pelatihan lapangan dapat meningkatkan resiliensi komunitas serta memperkuat kapasitas warga sebagai agen pembelajaran dalam manajemen bencana.
Cite
CITATION STYLE
Anwar, Z., Djudiyah, D., Faizin, F., Saputra, S. Y., Hasanati, N., & Fahrurrijal, W. (2026). Psikoedukasi Psychological First Aid dan Tanggap Darurat pada Masyarakat Rawan Bencana di Probolinggo Jawa Timur. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 6(2), 1503–1512. https://doi.org/10.54082/jamsi.2507
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.