Esensi dan Eksistensi Ruang Pertunjukan Ritual Benjang Dengan Konsep Rasa Sahrdaya

  • Salayanti S
  • . S
N/ACitations
Citations of this article
16Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Ritual pertunjukan Benjang merupakan jenis pertunjukan tradisional yang lahir dari upacara budaya yang masih bertahan dan dilaksanakan hingga saat ini, khususnya oleh generasi muda. Melalui pola pikir fungsional dan gaya hidup anak muda Bandung saat ini, Ritual Benjang hadir melalui ciri khas dalam pengalaman keindahan ritual berkualitas dan diyakini dapat mencapai tujuan hidup masyarakat Ujung Berung Bandung. Pertunjukkan tersebut merupakan simbol eksistensi bahwa Benjang adalah media untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan sebagai kegiatan olahraga yang mendukung sportivitas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan proses pengamatan dan persepsi berdasarkan fenomena. Konsep Sahrdaya Rasa menjadi fondasi seluruh tata letak ruang yang digunakan dalam ritual pertunjukan ini dipengaruhi oleh struktur gerakan, posisi penari dan penampil yang tentunya merupakan sebuah sistem keyakinan dan kepentingan dari para penampil juga penonton yang berada pada lokasi tersebut. Semakin tinggi pemahaman mereka tentang konsep rasa, semakin kuat sensibilitas dalam menanggapi pertunjukan topeng yang menarik. Begitu pula dengan kualitas estetika pertunjukan tari topeng, saling melengkapi dalam pertunjukan ritual yang didukung konsep rasa. Keberhasilan implementasi rasa dalam acara ini memberikan rangsangan estetika bagi penonton untuk mencapai katarsis bagi mereka dengan keterlibatan rasa yang memberikan makna dalam hidup dan menjadi orang yang selalu kalah.

Cite

CITATION STYLE

APA

Salayanti, S., & . S. (2021). Esensi dan Eksistensi Ruang Pertunjukan Ritual Benjang Dengan Konsep Rasa Sahrdaya. JURNAL RUPA, 6(2), 73. https://doi.org/10.25124/rupa.v6i2.3797

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free