Abstract
Kehamilan dengan kondisi kelainan jantung dikaitkan dengan risiko fetomaternal yang substansial. Kelainan jantung tertentu yang tidak dikoreksi terkait dengan shunting kiri-ke-kanan (misalnya, kelainan defek septum ventrikel) dapat menyebabkan kelebihan volume kronis sehingga mengakibatkan hipoksemia progresif dan gagal jantung yang dikenal sebagai sindrom Eisenmenger. Kami melaporkan pasien wanita usia 27 tahun dengan kasus G1P0A0, sindrom Eisenmenger yang direncanakan operasi seksio sesarea emergensi paska gagal terminasi dengan induksi secara spontan. Dijumpai adanya kegagalan blok pada epidural sehingga kemudian dilakukan subarachnoid block (SAB) dosis rendah. Belum adanya teknik pembiusan yang ideal untuk pasien dengan sindrom Eisenmenger, menyebabkan setiap tindakan pembiusan yang dilakukan pada pasien memiliki risiko. Pada tindakan regional anestesi, risiko yang mungkin terjadi meliputi risiko menurunnya SVR, peningkatan shunt R to L, serta eksaserbasi hipoksemia. Berdasarkan literatur, penggunaan SAB dosis rendah pada kasus ini sesuai dengan prinsip penanganan gagal epidural.
Cite
CITATION STYLE
Mahmud, Sudadi, & Adrin, O. E. (2023). SUBARACHNOID BLOCK AFTER FAILED EPIDURAL ANESTHESIA. Jurnal Komplikasi Anestesi, 8(3), 18–28. https://doi.org/10.22146/jka.v8i3.8371
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.