SUBARACHNOID BLOCK AFTER FAILED EPIDURAL ANESTHESIA

  • Mahmud
  • Sudadi
  • Adrin O
N/ACitations
Citations of this article
14Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kehamilan dengan kondisi kelainan jantung dikaitkan dengan risiko fetomaternal yang substansial. Kelainan jantung tertentu yang tidak dikoreksi terkait dengan shunting kiri-ke-kanan (misalnya, kelainan defek septum ventrikel) dapat menyebabkan kelebihan volume kronis sehingga mengakibatkan hipoksemia progresif dan gagal jantung yang dikenal sebagai sindrom Eisenmenger. Kami melaporkan pasien wanita usia 27 tahun dengan kasus G1P0A0, sindrom Eisenmenger yang direncanakan operasi seksio sesarea emergensi paska gagal terminasi dengan induksi secara spontan. Dijumpai adanya kegagalan blok pada epidural sehingga kemudian dilakukan subarachnoid block (SAB) dosis rendah. Belum adanya teknik pembiusan yang ideal untuk pasien dengan sindrom Eisenmenger, menyebabkan setiap tindakan pembiusan yang dilakukan pada pasien memiliki risiko. Pada tindakan regional anestesi, risiko yang mungkin terjadi meliputi risiko menurunnya SVR, peningkatan shunt R to L, serta eksaserbasi hipoksemia. Berdasarkan literatur, penggunaan SAB dosis rendah pada kasus ini sesuai dengan prinsip penanganan gagal epidural.

Cite

CITATION STYLE

APA

Mahmud, Sudadi, & Adrin, O. E. (2023). SUBARACHNOID BLOCK AFTER FAILED EPIDURAL ANESTHESIA. Jurnal Komplikasi Anestesi, 8(3), 18–28. https://doi.org/10.22146/jka.v8i3.8371

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free