Abstract
Beban lampu penerangan lazimnya dioperasikan secara manual oleh manusia. Dengan kemajuan teknologi saat ini, campur tangan manusia dalam operasional berusaha dikurangi. Saklar otomatis akan dapat memudahkan operasional, efektif dan efisien untuk menghindari lampu yang menyala sia-sia tanpa ada aktivitas. Tujuannya tak lain untuk menghindari pemborosan energi listrik. Pengabdian ini mengambil topik tentang perancangan Instalasi Penerangan Jembatan untuk salah satu kelompok nelayan. Saklar otomatis ini menggunakan masukan berupa sensor kehadiran orang jenis Passive Infrared (PIR) dan sensor intensitas cahaya jenis Light Dependent Resistor (LDR/Photocell). PIR termasuk sensor pyroelectric yang mempunyai respon sesaat pada pergerakan benda dan energi panas pada makhluk hidup. Sumber panas diradiasikan dengan inframerah. Tubuh manusia menghasilkan energi panas yang diradiasikan dengan inframerah. Radiasi panas tubuh manusia akan diterima sensor untuk respon masukan rangkaian. Rangkaian lengkap terdiri dari passive infrared sensor, lensa fresnel, rangkaian utama, power supply, LDR, dan beban lampu penerangan. Pada intinya PIR dan LDR ini akan menjadi driver transistor. Transistor yang berfungsi sebagai saklar elektronik yang akan memutus dan menghubungkan beban lampu penerangan. Pemasangan lampu dilakukan di kawasan RT 26 Kelurahan Manggar Baru. Pemasangan lampu tersebut sangat bermanfaat untuk warga sekitar, terutama untuk para nelayan saat akan menyandarkan perahunya setelah dari menangkap ikan.
Cite
CITATION STYLE
Rinto, R., Putra, M. S. A., Nadhiro, A. A., Ramadhani, A. N., Ramadhan, A., Umam, K., … Wibowo, D. W. (2024). Pemasangan Lampu Sistem Otomatis Berbasis Photocell dan Sensor Gerak di Jembatan Dermaga Nelayan RT 26 Kelurahan Manggar Baru. Abdimas Universal, 6(2), 287–294. https://doi.org/10.36277/abdimasuniversal.v6i2.446
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.