Strategi Pelestarian Budaya Adat Simalungun: Tor-Tor, Tarian Huda-Huda, dan Dihar yang Hilang dari Pesta Rondang Bintang di Era Modern

  • Silalahi D
  • Aprilia M
  • Annisa N
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
6Readers
Mendeley users who have this article in their library.
Get full text

Abstract

Budaya adat Simalungun merupakan bagian penting dari warisan budaya Indonesia yang mencerminkan nilai-nilai sosial dan spiritual masyarakatnya. Pesta Rondang Bintang, sebagai salah satu tradisi khas Simalungun, kini mengalami perubahan dengan hilangnya beberapa elemen budaya seperti tarian Tor-tor, Tarian Huda-Huda, dan seni bela diri Dihar. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi pelestarian ketiga tradisi tersebut agar tetap relevan dalam konteks modern. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam untuk memahami tantangan dan strategi pelestarian. Hasil penelitian mengidentifikasi bahwa edukasi, dokumentasi, kolaborasi komunitas, serta dukungan dari pemerintah dan lembaga adalah langkah-langkah utama dalam menjaga keberlanjutan budaya Simalungun. Pelibatan generasi muda dan penggunaan teknologi juga dianggap krusial dalam memastikan bahwa warisan budaya ini terus hidup dan dihargai oleh masyarakat masa kini.

Cite

CITATION STYLE

APA

Silalahi, D. F., Aprilia, M., Annisa, N., Siregar, S. S., Sigalingging, W., & Lubis, F. (2025). Strategi Pelestarian Budaya Adat Simalungun: Tor-Tor, Tarian Huda-Huda, dan Dihar yang Hilang dari Pesta Rondang Bintang di Era Modern. Journal of Citizen Research and Development, 2(1), 8–13. https://doi.org/10.57235/jcrd.v2i1.3995

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free