Abstract
Kajian tentang postmodernisme sangat penting karena pandangannya bahwa kebenaran bersifat relatif dan subjektif. Pemahaman ini bisa memicu ketidakstabilan dalam masyarakat, terutama dalam konteks perubahan sosial. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan konsep postmodernisme dan transformasi sosial, serta menganalisis dampak postmodernisme terhadap perubahan sosial. Penelitian ini merupakan studi pustaka atau library research dengan menggunakan metode content analysis. Penelitian diawali dengan meneliti, mengamati, dan mencatat berbagai gagasan dan konsep dari literatur tentang postmodernisme. Hasil penelitian ini menunjukkan beberapa temuan utama. Pertama, postmodernisme terbagi menjadi tiga bentuk: postmodernisme ekstrem, moderat, dan teoritis. Selain itu, ada beberapa prinsip utama dalam postmodernisme, seperti spiritualisme, relativisme, pluralisme, dan dekonstruksi. Kedua, transformasi sosial mencakup perubahan pola pikir, perilaku, dan budaya. Ketiga, pengaruh postmodernisme terhadap transformasi sosial antara lain terlihat dalam relativisme kebenaran, yang menyatakan bahwa kebenaran bersifat relatif dan bergantung pada konteks atau situasi tertentu. Postmodernisme juga memicu fragmentasi identitas, di mana aspek identitas individu terpisah atau terpecah dalam konteks sosial dan budaya. Selain itu, terjadi desentralisasi budaya, yang berarti budaya menyebar dari pusat ke berbagai lapisan masyarakat. Dengan demikian, postmodernisme memiliki dampak positif maupun negatif terhadap transformasi sosial, tergantung pada bagaimana pendekatannya diterapkan.
Cite
CITATION STYLE
Muthohar, M. A., & Sholeh, A. K. (2025). Postmodernisme: Katalis Transformasi Sosial. Jurnal Filsafat Indonesia, 8(1), 57–66. https://doi.org/10.23887/jfi.v8i1.80843
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.