Abstract
Diabetes melitus merupakan penyakit gangguan metabolik menahun akibat pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif. Penderita DM yang memiliki glukosa tidak terkontrol menderita kelainan fungsi sel pertahanan utama. Penderita DM mengalami gangguan sel pertahanan utama tersebut karena tidak seimbangnya fungsi kemotaksis dan fagositosis yang menyebabkan penderita diabetes melitus lebih rentan terhadap infeksi. Kadar gula darah yang tinggi juga merusak sistem sehingga mengurangi kepekaan penderita terhadap adanya infeksi jamur Candida albicans. Daerah genetalia pada pasien diabetes melitus banyak mengandung glukosa yang merupakan nutrisi pertumbuhan jamur. Tujuan penelitian ini untuk melihat pola pertumbuhan jamur Candida spp. pada urine penderita DM glukosa terkontrol maupun tidak terkontrol. Metode yang digunakan yaitu deskriptif analitik dengan desain Cross Sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden dengan glukosa terkontrol terdapat 1 positif ditemukan jamur Candida spp. Sedangkan 30 responden dengan glukosa tidak terkontrol ditemukan 11 positif jamur Candida spp. pada urinenya. Kesimpulan penelitian terdapat hubungan pertumbuhan jamur Candida spp. Pada glukosa terkontrol dan tidak terkontrol dengan p Value (0,001<0,05).
Cite
CITATION STYLE
Anwar, A. Y., & Jakaria, F. (2023). Pola Pertumbuhan Jamur Candida Spp. pada Urine Penderita Diabetes Melitus dengan Glukosa Terkontrol dan Tidak Terkontrol: Penelitian Laboratorium. Health Information : Jurnal Penelitian, 15(3), e1134. https://doi.org/10.36990/hijp.v15i3.1134
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.