Pemberdayaan Masyarakat dengan Pembelajaran Bahasa Inggris Komunikatif Berbasis Budaya pada Sekaa Teruna Teruni Desa Penarungan, Badung, Bali

  • Warmadewi A
  • Suarjaya A
  • Raka A
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
44Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Desa wisata memiliki arti sebuah area atau pedesaan yang memiliki daya tarik khusus yang dapat menjadi daerah tujuan wisata. Desa Wisata dalam konteks pedesaan merupakan aset kepariwisataan yang berbasis pada potensi pedesaan dengan segala keunikan dan daya tariknya yang dapat diberdayakan dan dikembangkan sebagai produk wisata untuk menarik kunjungan wisatawan ke lokasi desa tersebut. Di provinsi Bali, desa wisata menjadi salah satu sektor pariwisata binaan pemerintah karenanya hampir seluruh daerah di Bali memiliki desa wisata. Salah satu desa wisata yang mulai diminati wisatawan mancanegara ialah Desa Wisata Penarungan. Banyak potensi desa yang menjadikan desa ini sebagai desa wisata seperti; Taman Anyar Village, Lazy Rizer, Jogging Track, dan Pancoran Solas. Metode komunikatif dengan disisipkannya unsur-unsur budaya dan destinasi yang dimiliki oleh desa mereka diharapkan akan mampu mendoring peserta untuk melestarikan budaya serta mengelola pariwisata di Desa Penarungan. Sebanyak 11 peserta dari 11 banjar terlibat berhasil mengikuti pengajaran ini dengan sangat baik. Peningkatkan kemampuan peserta dalam berbahasa Inggris juga dapat terlihat dari semakin lancar dan baiknya peserta dalam menjelaskan destinasi yang dimiliki oleh desa mereka.

Cite

CITATION STYLE

APA

Warmadewi, A. A. I. M., Suarjaya, A. A. G., Raka, A. A. G., & Putra, I. W. P. (2023). Pemberdayaan Masyarakat dengan Pembelajaran Bahasa Inggris Komunikatif Berbasis Budaya pada Sekaa Teruna Teruni Desa Penarungan, Badung, Bali. Jurnal Abdidas, 4(4), 324–332. https://doi.org/10.31004/abdidas.v4i4.817

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free