Abstract
This study aims to describe: (1) the history of education in the Segeram village; (2) the problem faced in implementing education; and (3) people’s expectations for education in the Segeram village. This study uses a descriptive type of qualitative approach. Informants in this study were principals, teachers and Segeram villagers. Data collection techniques used were observation, interviews and documentation studies. Test the validity of the data with increased persistence in research, triangulation and using reference materials. The results of the study shows that: (1) The Segeram village already had an elementary school in 1960 which stood on waqf land with walls made of bark and grounded directly with soil; (2) the problems faced by teachers in carrying out learning are difficult time management, unclear status as a teacher, access roads, and the internet; (3) residents hope that the pandemic will end soon so that children can go to school, built road and internet access to facilitate community mobilization, and built pesantren-based schools (SBM). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) sejarah pendidikan di kampung segeram; (2) kendala yang dihadapi dalam melaksanakan pendidikan; dan (3) harapan masyarakat terhadap pendidikan di kampung Segeram. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, dan warga Segeram. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Uji keabsahan data melalui wawancara dari berbagai narasumber, triangulasi, dan menggunakan bahan referensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Segeram sudah memiliki sekolah dasar pada tahun 1960 yang berdiri di atas tanah wakaf dengan dinding terbuat dari kulit kayu dan beralaskan langsung dengan tanah; (2) berbagai kendala yang dihadapi guru dalam melaksanakan pembelajaran adalah manajemen waktu yang sulit, ketidakjelasan status guru, akses jalan, dan serta internet; (3) harapan warga segeram pandemi bisa segera berakhir agar anak anak bisa sekolah melalui tatap muka, dibangunnya akses jalan dan internet guna memudahkan mobilisasi masyarakat, dan dibangunnya sekolah berbasis pesantren (SBM).
Cite
CITATION STYLE
Kamaruddin, H., Liandy, S., & Maulida, M. (2022). Sejarah Pendidikan di Kampung Segeram. Jurnal Segeram, 1(1). https://doi.org/10.56783/js.v1i1.4
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.