GANGGUAN BERBAHASA PADA TOKOH BANYU ANGGORO PENDERITA SPEKTRUM AUTIS DALAM FILM DANCING IN THE RAIN

  • Dewi F
N/ACitations
Citations of this article
41Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Psikolinguistik merupakan sebuah studi yang mempelajari bagaimana faktor-faktor psikologis dan neurologis manusia terkait ketika memperoleh, mempelajari, memahami, dan menggunakan sebuah bahasa. Pada bidang psikolinguistik terdapat kajian mengenai gangguan berbahasa. Gangguan berbahasa merupakan halangan yang melibatkan pengolahan bahasa dan dialami oleh seorang individu, salah satunya ialah seseorang yang mengidap spektrum autis. Penderita spektrum autis memiliki masalah yang berkaitan dengan neurologis. Hal tersebut akan menyebabkan gangguan pada aspek sosial, perilaku, serta kebahasaan. Dengan demikian, penelitian ini akan membahas bagaimana gangguan berbahasa yang dialami oleh penderita spektrum autis dan dikaji menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Tokoh Banyu Anggoro dalam film Dancing In The Rain akan menjadi objek dalam penelitian. Terdapat tiga gangguan berbahasa disertai perilaku menyimpang yang dialami oleh tokoh tersebut. Gangguan berbahasa yang terlihat ialah ekolalia, abnormalitas pengucapan, serta kesulitan dalam memproduksi bahasa. Selanjutnya, telihat perilaku menyimpang yang dilakukan oleh tokoh Banyu, seperti terobsesi dengan kesamaan lingkungan, self-abuse, memperlihatkan emosi yang tidak tepat, serta tidak responsif terhadap orang lain.

Cite

CITATION STYLE

APA

Dewi, F. M. (2022). GANGGUAN BERBAHASA PADA TOKOH BANYU ANGGORO PENDERITA SPEKTRUM AUTIS DALAM FILM DANCING IN THE RAIN. METAMORFOSIS | Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia Dan Pengajarannya, 15(2), 48–56. https://doi.org/10.55222/metamorfosis.v15i2.878

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free