Abstract
Penelitian ini mengkaji dimensi autentik multimodalitas konteks kultural dalam pragmatik edukasional dan signifikansinya dalam pemahaman budaya. Tujuannya adalah menjabarkan konteks kultural menggunakan elemen multimodalitas dengan sumber data berupa konten TikTok yang mengandung unsur budaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik baca dan catat. Teori yang digunakan berkaitan dengan dimensi autentik, multimodalitas, dan konteks kultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem nilai, sistem aturan, dan sistem sosial dalam budaya dapat dijelaskan secara efektif melalui pendekatan multimodalitas yang mencakup aspek visual, gestural, aural, dan linguistik. Sistem nilai budaya dalam tradisi tari suling dewa di Desa Bayang menunjukkan nilai-nilai kepercayaan yang disampaikan melalui berbagai modalitas. Sistem aturan dan sosial dalam tradisi kerik gigi suku Mentawai dan penggunaan sarung sutra di masyarakat Bugis menunjukkan mengenai aturan budaya dan status sosial dijelaskan dan dipahami melalui multimodalitas, membantu mentransmisikan pengetahuan budaya secara efektif dari generasi ke generasi. Kesimpulannya, pemahaman budaya melalui dimensi multimodalitas sangat penting di era globalisasi ini agar tetap relevan dan efektif dalam pembelajaran, serta dapat meningkatkan saling menghargai perbedaan budaya dan komunikasi antarbudaya di lingkungan edukasional dan sosial.
Cite
CITATION STYLE
Permatasari, A. S. N. (2024). Dimensi Autentik Multimodalitas Konteks Kultural dalam Pragmatik Edukasional. GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 6(1). https://doi.org/10.19105/ghancaran.v6i1.9993
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.