HUBUNGAN STRES DENGAN BINGE EATING DISORDER PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN DI SEBUAH UNIVERSITAS SWASTA DI JAKARTA BARAT

  • Nabila D
  • Biromo A
N/ACitations
Citations of this article
43Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Binge eating disorder merupakan salah satu diagnosis gangguan makan dalam DSM-5. Binge eating disorder didefinisikan sebagai episode makan dengan kuantitas lebih besar dari apa yang sewajarnya dimakan. Binge eating disorder disebabkan oleh berbagai macam faktor, termasuk salah satunya stres. Penelitian ini dilakukan pada 100 responden mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara untuk mencari hubungan antara stres dengan binge eating. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan non-probability sampling. Penelitian ini mendapatkan hasil sebanyak 67 responden (67%) mengalami stres, sedangkan 33 responden (33%) tidak mengalami stres. Sebanyak 14 responden (14%) responden yang mengalami stres juga memiliki perilaku binge eating, sedangkan 53 responden (53%) responden yang mengalami stres tidak memiliki perilaku binge eating. Penelitian ini mendapatkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara stres dengan kejadian binge eating disorder pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara (p-value 0,107).

Cite

CITATION STYLE

APA

Nabila, D. P., & Biromo, A. R. (2023). HUBUNGAN STRES DENGAN BINGE EATING DISORDER PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN DI SEBUAH UNIVERSITAS SWASTA DI JAKARTA BARAT. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(4), 4728–4731. https://doi.org/10.31004/jkt.v4i4.20354

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free