Evaluasi Penggunaan Ekstrak Lamun Sebagai Bahan Aktif Antifouling Terhadap Produsen Perairan

  • Puspitasari R
N/ACitations
Citations of this article
23Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penggunaan TBT sebagai cat antifouling telah dilarang di dunia, oleh karena itu diperlukan bahan alternatif yang dapat menggantikannya. Fase awal dari fouling adalah pembentukan biofilm yang melibatkan bakteri. Cymodocea serrulata dan Syringodium isoetifolium diketahui berpotensi antibakteri terhadap Vibrio harveyii dan Bacillus subtilis. Sebelum dikembangkan lebih jauh sebagai bahan aktif cat antifouling, perlu diteliti keamanan dari lamun tersebut terhadap produsen primer perairan, salah satunya Chaetoceros graclis. Ekstrak kedua jenis lamun tersebut dipaparkan terhadap diatom selama 96 jam pada kondisi laboratorium dan dianalisis pengaruhnya terhadap pertumbuhan fitoplankton. Ternyata, S.isoetofolium menunjukkan penghambatan pertumbuhan diatom. Hasil dari uji anti bakteri dan bioassay menunjukkan bahwa lamun C. serrulata lebih potensial untuk dikembangkan sebagai bahan aktif cat antifouling daripada S. isoetifolium.

Cite

CITATION STYLE

APA

Puspitasari, R. (2016). Evaluasi Penggunaan Ekstrak Lamun Sebagai Bahan Aktif Antifouling Terhadap Produsen Perairan. Jurnal Segara, 12(1). https://doi.org/10.15578/segara.v12i1.7654

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free