MENILIK CARA PANDANG MASYARAKAT JAWA TENTANG EMOSI MELALUI METAFORA

  • Rahardian E
  • Rahardian E
N/ACitations
Citations of this article
47Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Metafora tidak hanya sebatas ekspresi linguistik semata. Lebih dari itu, metafora memiliki korelasi dengan cara pandang dan budaya penggunannya. Berkaitan dengan itu, penelitian ini dilakukan untuk membahas bagaimana cara pandang masyarakat Jawa terhadap emosi melalui leksikon-leksikon yang digunakan dalam ungkapan metaforis. Cara pandang itu berimplikasi pada pola pikir yang kemudian akan memengaruhi cara bertindak masyarakat Jawa. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan semantik kognitif dengan menitikberatkan pada teori Metafora Konseptual yang digagas oleh Lakoff. Data penelitian ini berupa ungkapan-ungkapan yang mengandung metafora emosi. Melalui analisis ditemukan bahwa dalam ungkapan metaforis emosi, masyarakat Jawa menggunakan leksikon-leksikon, antara lain “nguntal”, “ngukir”, “semplah”, “kobong”, “geni kang murub”, “ngopeni”, “nyicil”, “luntur”, “mandhek”, dan “ngesokake”. Penggunaan leksikon-leksikon itu menggambarkan konseptualisasi bagaimana masyarakat Jawa memahami emosi. Berdasarkan hasil analisis terhadap leksikon-leksikon itu ditemukan bahwa masyarakat Jawa memahami emosi sebagai kekuatan, api, benda berharga, proses, perjalanan, dan materi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Rahardian, E., & Rahardian, E. (2018). MENILIK CARA PANDANG MASYARAKAT JAWA TENTANG EMOSI MELALUI METAFORA. Kandai, 14(1), 1. https://doi.org/10.26499/jk.v14i1.428

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free