Perilaku tidak aman atau unsafe action adalah tindakan seseorang yang menyimpang dari prosedur atau cara yang wajar atau bener menurut persetujuan bersama yang dibiarkan tanpa perbaikan akan menimbulkan kecelakaan kerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilakutidak aman pada pekerja kontruksi. Metode penelitian yaitu kuantitatif dengan desian cross sectional dengan sampel 61 responden. Pengumpulan sampel dilakukan dengan metode total sampling. Analisa bivariat dilakukan dengan uji chi square. Responden dengan sikap tidak setuju dengan perilaku tidak aman sebesar 13 responden (37,7%) ada hubungan yang bermakna antara sikap dengan perilaku tidak aman dengan nilai OR sebesar 3,958 (95% CI 0,998-15,701).Perilaku tidak aman juga dipengaruhi oleh lingkungan dengan p-value 0,034 dan OR 5,760 (95% CI 1,175-18,144). Ada hubungan yang bermakna antara pelatihan dengan perilaku tidak aman (OR 9,014; 95% CI 1,175-18,144). Pekerja yang kurang mendapatkan pelatihan harus tetap diberikan pelatihan agar pekerja tahu bagaimana cara bekerja sesuai dengan SOP dan aman meski lingkungan fisik kotor akibat dari kegiatan proyek tersebut. Pelatihan juga bisa mempengaruhi sikap. Semakin banyak pelatihan maka sikap terhadap sesuatu pekerjaan juga semakin baik. Pekerja juga menjaga kebersihan dan kerapian agar bisa meminalisir kecelakaan akibat perilaku tidak aman. Kata Kunci : Perilaku tidak aman, Kontruksi
CITATION STYLE
Salim, M. M. (2019). FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU TIDAK AMAN PADA PEKERJA KONTRUKSI PT INDOPORA PROYEK EAST 8 CIBUBUR JAKARTA TIMUR. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 10(2), 173–180. https://doi.org/10.37012/jik.v10i2.52
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.