Abstract
Tanaman kedelai memerlukan intensitas cahaya yang tinggi sehingga apabila terjadi penurunan radiasi matahari dalam jangka waktu yang lama akan memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon fisiologi kedelai terhadap pemberian kompos jerami padi pada dataran tinggi. Penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan dari Maret sampai Juli 2022 di Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai. Percobaan ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) Non Faktorial yang terdiri dari empat taraf perlakuan yaitu kontrol, kompos jerami padi 240 g/polybag, kompos jerami padi 480 g/polybag dan kompos jerami padi 720 g/polybag. Hasil penelitian menunjukkan serapan N tanaman tertinggi diperoleh pada perlakuan dosis kompos jerami padi 240 g/polybag. Pemberian kompos jerami padi pada variabel tinggi tanaman dan kandungan klorofil berbeda tidak nyata. Hal tersebut merupakan bentuk mekanisme adaptasi tanaman kedelai pada dataran tinggi.
Cite
CITATION STYLE
Liana, D., Astuti, T., Purba, D. P., & Panjaitan, F. J. (2023). Respon Fisiologi Kedelai (Glycine max. L (Merr)) Varietas Ajasmoro Di Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai. Savana Cendana, 8(2), 53–57. https://doi.org/10.32938/sc.v8i2.2057
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.