Perbandingan Hemodialisis dan Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis terhadap Kualitas Hidup

  • Andika R
  • Hutajulu D
  • Nelwan E
N/ACitations
Citations of this article
25Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Insiden penyakit ginjal kronik terus bertambah setiap tahunnya. Pada pasien penyakit ginjal kronik tahap akhir atau end stage renal disease (ESRD) dibutuhkan renal replacement therapy. Kualitas hidup pada pasien yang menjalani renal replacement therapy adalah faktor penting yang perlu dipertimbangkandalam memberikan terapi pada pasien ESRD. Laporan kasus berbasis bukti ini bertujuan membandingkan kualitas hidup pasien ESRD yang mendapat terapi continuous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD) dengan hemodialisis berdasarkan short form 36 (SF-36). Penelusuran literatur dilakukan pada tanggal 23Februari 2023 menggunakan database PubMed, Science Direct, dan Scopus. Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, didapatkan 1 artikel randomized controlled trial (RCT) dan 1 artikel tinjauan sistematis ditelaah kritis. Studi RCT yang diinklusi menunjukkan kualitas hidup lebih baik pada kelompok CAPD dibandingkanhemodialisis. Pemilahan studi dalam systematic review berdasarkan penggunaan SF-36 didapatkan kualitas hidup kelompok CAPD lebih baik dalam 2 artikel dan kelompok hemodialisis lebih baik dalam 1 artikel. Pasien ESRD yang menjalani CAPD memiliki kualitas hidup lebih baik dibandingkan kelompok hemodialisis.

Cite

CITATION STYLE

APA

Andika, R., Hutajulu, D. M. M. P., & Nelwan, E. J. (2023). Perbandingan Hemodialisis dan Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis terhadap Kualitas Hidup. EJournal Kedokteran Indonesia, 281–5. https://doi.org/10.23886/ejki.11.470.281-5

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free