KEUTAMAAN BELAJAR DAN MENGAJARKAN AL-QUR'AN: Metode Maudhu’i dalam Perspektif Hadis

  • Muzakkir M
N/ACitations
Citations of this article
250Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Ungkapan Rasulullah saw. dalam sabda beliau خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَه perlu dikaji/diteliti kesahihannya agar dapat menimbulkan motiviasi yang tinggi bagi umat Islam untuk mengamalkannya. Berdasarkan hasil penelusuran sanad dan matan hadis melalui sumber yang banyak dan yang dijadikan fokus kajian adalah HR. Imam at-Turmudzy dapat disimpulkan bahwa hadis dimaksud adalah berkualitas sahih. Dengan demikian, al-Qur'an sebagai bacaan sempurna bagi umat Islam yang memiliki kaidah tertentu dalam membacanya, mulai dari penyebutan huruf-hurufnya, panjang pendeknya, tebal tipisnya serta ketentuan makharijul hurufnya perlu dipelajari dan diajarkan secara tekun dan sungguh sungguh. Belajar al-Qur'an mencakup upaya mempelajari cara membacanya,terjemah, dan memahami hukum-hukum, pelajaran-pelajaran, petunjuk-petunjuk yang terkandung di dalamnya. Begitu pula, mengajarkan al-Qur'an mencakup upaya menuntun dan membimbing orang dalam membaca, menerjemah dan memahamkan kandungan ayat-ayat al-Qur'an. Orang yang melakukannya secara ikhlas dan sungguh-sungguh akan mendapatkan keutamaan dari al-Qur'an berupa ketenangan, ketenteraman hati dan pikiran serta syafaat di akhirat kelak.

Cite

CITATION STYLE

APA

Muzakkir, M. (2015). KEUTAMAAN BELAJAR DAN MENGAJARKAN AL-QUR’AN: Metode Maudhu’i dalam Perspektif Hadis. Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan, 18(1), 107–121. https://doi.org/10.24252/lp.2015v18n1a9

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free