Abstract
Premenstrual syndrome adalah suatu kumpulan – kumpulan gejala berupa gangguan fisik biasanya muncul selama satu minggu sebelum datangnya haid dan menghilang ketika setelah haid. Premenstrual syndrome dapat diatasi dengan melakukan olahraga yang terstruktur dan berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas olahraga dengan premenstrual syndrome. Jenis penelitian ini menggunakan descriptive correlation dengan desain cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner aktivitas olahraga dengan jumlah 6 item petanyaan. Premenstrual syndrome dengan jumlah 10 item pertanyaan. Sampel berjumlah 122 responden yang diambil dengan tekhnik probability sampling. Dari penelitian ini didapatkan hasil analisis bivariat diketahui bahwa siswi dengan premenstrual syndrome dengan gejala berat dengan aktivitas olahraga kurang sebanyak 37 responden (45,1%). Dibandingkan siswi dengan aktivitas olahraga cukup dengan premenstrual syndrome gejala sedang sebanyak 18 responden (45.0%). Uji normalitas Kolmogorov-smirnov tekhnik analisis menggunakan uji Chi square hasil uji statistik didapatkan nilai P-value < 0,05 (0,000). Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan aktivits olahrga dengan premenstrual syndrome pada remaja putri. Saran kepada pihak sekolah SMPN 12 Kota Tangerang untuk memberikan informasi siswi bahwa melakukan aktivitas olahraga dan mengurangi gejala Premenstrual syndrome.
Cite
CITATION STYLE
Nainar, A. A. A., Sari, J., & Hikmah, H. (2021). Hubungan Aktivitas Olahraga dengan Kejadian Premenstrual Syndrome pada Remaja Putri. Prosiding Simposium Nasional Multidisiplin (SinaMu), 2. https://doi.org/10.31000/sinamu.v2i0.3572
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.