Karatristik Sifat Kualitatif Dan Sifat Kuantitatif Kambing Peranakan Etawa (PE) Di Kawasan Vulkanik Gunung Sangiang Kecamatan Wera

  • Karni I
  • Wandira I
  • Dohi M
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
7Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sifat kualitatif dan kuantitatif kambing Peranakan Etawa (PE) yang dipelihara di kawasan vulkanik Gunung Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini menggunakan metode sensus dengan pengukuran langsung untuk sifat kuantitatif dan observasi untuk sifat kualitatif. Sifat kualitatif yang diamati meliputi warna bulu, bentuk tanduk, profil muka, bentuk tubuh, dan bentuk telinga, sedangkan sifat kuantitatif mencakup panjang badan, tinggi badan, lingkar dada, panjang kepala, lebar kepala, panjang kaki, lingkar skrotum, dan lingkar ambing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kambing PE jantan memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dibandingkan betina di semua parameter yang diuji kecuali lebar pinggul, termasuk panjang badan, tinggi badan, dan lebar kepala. Sifat kualitatif kambing PE di kawasan ini didominasi oleh warna bulu putih-hitam, bentuk tanduk melengkung ke belakang, dan bentuk tubuh panjang dengan dada lebar. Sifat kuantitatif yang lebih besar pada kambing jantan menunjukkan pengaruh genetik dan hormon testosteron. Penelitian ini memberikan informasi penting untuk program pemuliaan dan perbaikan genetik kambing PE di masa mendatang, serta mendukung pengembangan peternakan kambing di kawasan vulkanik Gunung Sangiang. Kata Kunci: Gunung Sangiang, Kualitatif, Kuantitatif, Peranakan Etawa.This study aims to examine the qualitative and quantitative characteristics of Etawa Crossbred (PE) goats raised in the volcanic area of Mount Sangiang, Wera District, Bima Regency, West Nusa Tenggara. This study used a census method with direct measurements for quantitative characteristics and observation for qualitative characteristics. Qualitative characteristics observed included coat color, horn shape, facial profile, body shape, and ear shape, while quantitative characteristics included body length, height, chest circumference, head length, head width, leg length, scrotal circumference, and udder circumference. The results showed that male PE goats had larger body sizes than females in all parameters tested except hip width, including body length, height, and head width. The qualitative characteristics of PE goats in this area were dominated by white-black coat color, backward-curving horn shape, and a long body shape with a broad chest. The larger quantitative characteristics in male goats indicate genetic influences and testosterone hormones. This study provides important information for future breeding and genetic improvement programs for PE goats, as well as supporting the development of goat farming in the volcanic area of Mount Sangiang. Keywords:  Etawa Crossbred Goats, Qualitative, Quantitative, Mount Sangiang.

Cite

CITATION STYLE

APA

Karni, I., Wandira, I. A., Dohi, M., Sadia, I. N., & Osaman, O. (2025). Karatristik Sifat Kualitatif Dan Sifat Kuantitatif Kambing Peranakan Etawa (PE) Di Kawasan Vulkanik Gunung Sangiang Kecamatan Wera. Bulletin of Applied Animal Research, 7(2), 102–115. https://doi.org/10.36423/baar.v7i2.2359

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free