Adat Meulaot Nelayan di Gampong Ujong Drien

  • Maulidi A
  • Hanum D
  • Syahraini D
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
10Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Adat meulaot merupakan warisan budaya turun-temurun masyarakat nelayan Gampong Ujong Drien, Kabupaten Aceh Barat. Tradisi ini bukan hanya sistem aturan tak tertulis dalam kegiatan melaut, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai sosial, spiritual, dan ekologis yang dijunjung tinggi masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami praktik adat meulaot, memahami peran tokoh-tokoh adat, dan menganalisis tantangan pelestariannya di tengah perkembangan zaman. Pendekatan kualitatif digunakan dengan teknik observasi lapangan, serta wawancara mendalam dengan para informan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adat meulaot masih dijalankan secara aktif oleh masyarakat, didukung oleh lembaga adat dan lembaga pemerintah seperti Panglima Laot, tokoh agama, dan Kepala Gampong. Tradisi seperti keuneunong laot, kenduri laot, serta pantangan waktu melaut dijalankan sebagai bentuk penghormatan terhadap alam dan nilai- nilai leluhur. Meskipun menghadapi tantangan modernisasi, peran lembaga adat tetap krusial dalam menjaga kelestarian tradisi ini.

Cite

CITATION STYLE

APA

Maulidi, A., Hanum, D. I., Syahraini, D., Fakhrina, D., Fahmi, N., & Sopar. (2025). Adat Meulaot Nelayan di Gampong Ujong Drien. Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced, 3(3), 1158–1163. https://doi.org/10.61579/future.v3i3.549

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free