Kajian Pendekatan Tactile Regionalisme dalam Arsitektur Osing

  • Dharmatanna S
  • Hidayatun M
N/ACitations
Citations of this article
25Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Regionalisme dalam arsitektur merupakan cara menampilkan kembali gaya arsitektur kedaerahan ke dalam bangunan masa kini. Suku Osing adalah penduduk asli Banyuwangi atau juga di sebut sebagai Laros (akronim dari pada Lare Osing) atau Wong Blambangan merupakan penduduk mayoritas di beberapa kecamatan di Kabupaten Banyuwangi. Saat ini di Kabupaten Banyuwangi banyak bangunan yang didesain dengan menampilkan kembali ciri kedaerahannya beberapa di antaranya Aula Politeknik Banuwangi, Bandara Blimbingsari dan Hotel Sahid Osing yang dapat terlihat pada penggunaan elemen arsitektur masa lampau (AML) yaitu arsitektur osing. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yaitu dengan melihat secara langsung Aula Politeknik Banuwangi, Bandara Blimbing Sari dan Hotel Sahid Osing. Tujuan penelitain ini adalah mengetahui elemen arsitektur yang mempengaruhi Aula Politeknik Banyuwangi, Bandara Blimbingsari dan Hotel Sahid Osing sebagai regionalisme arsitektur. Hasil dari penelitian ini adalah tactile sangat dapat di rasakan pada semua elemen terutama pada elemen atap dan langit - langit yang merupakan reinterpretasi, modifikasi dan inovai dari arsitektur rumah Osing.

Cite

CITATION STYLE

APA

Dharmatanna, S. W., & Hidayatun, M. I. (2021). Kajian Pendekatan Tactile Regionalisme dalam Arsitektur Osing. Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture, 3(1), 13–25. https://doi.org/10.9744/acesa.v3i1.11038

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free