Diagnosis dan Tatalaksana Sindrom Wernicke-Korsakoff

  • Agustiawan A
  • Purnama F
N/ACitations
Citations of this article
9Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Sindrom Wernicke-Korsakoff merupakan komplikasi umum akibat defisiensi tiamin (vitamin B1). Prevalensi sindrom Wernicke-Korsakoff (WKS) di seluruh dunia mencapai 0-2%, terutama pada tunawisma, lanjut usia, serta pasien psikiatri. Seseorang dengan gizi buruk yang disebabkan oleh penyebab apa pun berisiko mengalami WKS. Faktor sosial yang paling umum terkait dengan WKS adalah penyalahgunaan alkohol kronis. Etanol terbukti dapat mengganggu penyerapan tiamin di saluran pencernaan. Sindrom ini secara klasik digambarkan sebagai triad klinis yang terdiri dari perubahan status mental (kebingungan atau demensia), nistagmus (atau oftalmoplegia), dan ataksia. Diagnosis WKS ditegakkan berdasarkan riwayat dan temuan klinis yang dilengkapi dengan laboratorium serta pemeriksaan radiologi. Pengobatan defisiensi tiamin pada pasien yang diduga menderita Wernicke’s adalah injeksi tiamin 500 mg intravena yang diinfuskan selama 30 menit. Obat tersebut diberikan tiga kali sehari selama dua hari. Setelah itu, transisi menjadi 250 mg baik secara intravena atau intramuskular sekali sehari selama 5 hari.

Cite

CITATION STYLE

APA

Agustiawan, A., & Purnama, F. (2024). Diagnosis dan Tatalaksana Sindrom Wernicke-Korsakoff. Journal Of The Indonesian Medical Association, 74(3), 154–160. https://doi.org/10.47830/jinma-vol.74.3-2024-1321

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free