Abstract
Latar Belakang: Potensi diversifikasi berbasis minuman herbal dengan kombinasi kulit manggis, jahe merah, serai, daun kersen, daun jeruk dan daun salam menjadi teh herbal dalam bentuk kemasan siap saji cukup tinggi. Namun, perlu analisis lebih jauh kandungan fitokimia setelah melalui proses pengeringan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia meliputi total fenol, flavonoid, dan antioksidan berdasarkan variasi suhu pengeringan teh celup herbal. Metode: Penelitian merupakan eksperimen dengan variasi suhu pengeringan suhu M1 (45°C), M2 (55°C), M3 (65°C), M4 (75°C), M5 (85°C). Data dikumpulkan melalui observasi oleh 100 orang panelis, selanjutnya dianalisis dengan statistik parametrik menggunakan aplikasi SPSS dengan taraf signifikan 5%. Sedangkan uji fitokimia dilaksanakan di Balai Riset dan Standarisasi Industri Jalan Jagir Wonokromo No. 360, Tenggilis Mejoyo, Surabaya. Hasil: Perlakuan pengeringan teh celup herbal M1 dengan suhu 45°C menunjukkan aktivitas antioksidan paling tinggi dengan nilai 216,02 µg/mL dengan nilai IC50 sebesar 46,17 ppm, kadar air sebesar 7,20%, rendemen 13,15%, total fenol 134,2 mgGAE/g, total flavonoid 81,33 mgQE/g, memiliki karakteristik warna kuning, aroma sangat khas teh herbal, rasa kombinasi rempah jahe dan serai dan, secara keseluruhan mendapatkan penerimaan kriteria disukai. Kesimpulan: Suhu pengeringan berpengaruh terhadap kandungan senyawa fitokimia dan kesukaan panelis terhadap teh celup herbal dengan kombinasi kulit manggis, jahe merah, serai, daun kersen, daun jeruk, dan daun salam.
Cite
CITATION STYLE
Bahar, A., Romadhoni, I. F., & Iriyani, D. (2025). Analisis Fitokimia Teh Celup Herbal Ditinjau dari Suhu Pengeringan. Amerta Nutrition, 9(1), 119–127. https://doi.org/10.20473/amnt.v9i1.2025.119-127
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.