Pemikiran Teologi Feminis Riffat Hassan dan Relevansinya terhadap Peran Laki-Laki dalam Isu Gender

  • Trianto S
N/ACitations
Citations of this article
47Readers
Mendeley users who have this article in their library.
Get full text

Abstract

Abstract Through reflection on her own life experience as part of the Muslim community, Riffat Hassan points out the social facts about gender inequality that occur in the majority of people who embrace Islam and according to her this fact is contrary to the teachings of Islam itself which upholds equality and justice. Then to answer this problem, Riffat Hassan proposed the idea of feminist theology. In this article, the author will examine Riffat Hassan's thoughts on feminist theology and show the relevance of these thoughts to the role of men in gender issues. The results of the study show that, first, Riffat Hassan succeeded in revealing that the cause of gender inequality is the patriarchal culture that underlies the interpretation and thinking of Islamic teachings, for example shown through the preservation of the myth of Eve's creation from Adam's rib, which according to Riffat Hassan, this story has been used as the strongest legitimacy to illustrate male superiority over women. Secondly, the goal of feminist theology for Riffat Hassan is not only to liberate Muslim women, but also Muslim men, because both are victims of patriarchal culture. This is where the role of men in gender issues finds its relevance. Keywords: feminist theology, patriarchal culture, gender inequality, creation mythsMelalui refleksi atas pengalaman hidupnya sendiri sebagai bagian dari komunitas muslim, Riffat Hassan menunjukan adanya fakta sosial mengenai ketimpangan gender yang terjadi dalam mayoritas masyarakat yang memeluk agama Islam. Menurutnya, fakta ini bertentangan dengan ajaran Islam itu sendiri yang justru menjunjung tinggi kesetaraan dan keadilan. Kemudian untuk menjawab persoalan tersebut, Riffat Hassan mengajukan gagasan mengenai teologi feminis. Dalam artikel ini, penulis akan mengkaji pemikiran Riffat Hassan mengenai teologi feminisnya dan menunjukan relevansi pemikiran tersebut terhadap peran laki-laki dalam isu gender. Hasil kajian yang diperoleh menunjukan, pertama Riffat Hassan berhasil mengungkap bahwa penyebab ketimpangan gender adalah kultur patriarki yang melatarbelakangi tafsir dan pemikiran terhadap ajaran Islam. Misalnya, ditunjukan melalui pelestarian mitos penciptaan Hawa dari tulang rusuk Adam yang menurut Riffat Hassan, kisah ini telah dijadikan legitimasi paling kuat untuk menggambarkan superioritas laki-laki atas perempuan. Kedua, tujuan teologi feminis bagi Riffat Hassan tidak hanya untuk membebaskan perempuan muslim, melainkan laki-laki muslim, karena keduanya adalah sama-sama korban kultur patriarki. Di sinilah, peran laki-laki dalam isu gender menemukan relevansinya. Kata kunci: teologi feminis, kultur patriarki, ketimpangan gender, mitos penciptaan

Cite

CITATION STYLE

APA

Trianto, S. A. (2024). Pemikiran Teologi Feminis Riffat Hassan dan Relevansinya terhadap Peran Laki-Laki dalam Isu Gender. EL-FIKR: Jurnal Aqidah Dan Filsafat Islam, 5(1), 1–16. https://doi.org/10.19109/el-fikr.v5i1.21143

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free