AJARAN ETIKA HINDU DALAM CERITA SANTI PARWA

  • Sukerni N
N/ACitations
Citations of this article
10Readers
Mendeley users who have this article in their library.
Get full text

Abstract

Teks-teks Itihasa saat ini sedang digandrungi masyarakat, khususnya umat Hindu di Bali. Teks tersebut mengisyaratkan ajaran-ajaran luhur Hindu yang sangan relevan dengan situasi moral zaman saat ini. Ajaran Itihasa ini dikenal tersirat dalam dua epos yakni Ramayana dan Mahabrata. Epos Mahabrata ini dipecah menjadi delapan belas parwa yang sangat dikenal dengan Asta Dasa Parwa. Dalam teks parwa ini sangat banyak tersirat pesan dan isyarat moral Hindu ketika menjalani hidup di dunia. Salah satunya tentu Santi Parwa. Dalam Santi Parwa termuat sebuah perdebatan sengit antara putra Pandu perihal ajaran etika kehidupan Hindu yang dikenal dengan Asrama Dharma. Di situ juga dijelaskan bahwa Hindu juga memberi legitimasi moral bagi umatnya untuk mencari harta dalam kehidupan di dunia berdasarkan pada prinsipprinsip Dharma.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sukerni, N. M. (2018). AJARAN ETIKA HINDU DALAM CERITA SANTI PARWA. GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU, 5(2). https://doi.org/10.25078/gw.v5i2.644

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free