MATERI IMBUHAN BAHASA INDONESIA DALAM BPPB PADA TINGKAT KETERAMPILAN BERBAHASA MAHASISWA ASING

  • Defina D
N/ACitations
Citations of this article
5Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Salah satu materi pengetahuan bahasa yang diberikan pada BIPA adalah imbuhan. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPPB), Kemdikbud sudah merumuskan imbuhan untuk setiap peringkat  berdasarkan CEFR. Tujuan penulisan ini adalah mengkaji materi imbuhan yang dirumuskan BPPB. Metode yang digunakan deskriptif analitis. Objeknya silabus dan materi ajar yang dirumuskan BPPB. Temuannya adalah 1) pada level A1 diajarkan imbuhan ber-, namun kosakata berimbuhan meN-, meN-kan, meN-i, di-, di-kan, di-i, peN-, -an, ke-an, per-an, peN-an, ter-, banyak digunakan;2) pada level A2  tidak ada imbuhan  yang diajarkan; 3) pada level B1 kembali diajarkan imbuhan ber- yangdisejalankan dengan imbuhan meN-, pembentuk kata kerja pasif ter-, dan imbuhan ke-an; 4) pada level B2 diajarkan imbuhan meN-,ber- (terkait dengan kalimat aktif-pasif), ter- (pembentuk kata kerja pasif), dan  ke-an; 5)pada level C1  tidak ada imbuhan  yang diajarkan; 6) pada level C2 diajarkan imbuhan meN- dan –i;7) imbuhan meNper, meNper-an, meNper-i, berpeN-kan, berke-an, ber-an, kepeN-an tidak diajarkan pada semua level,tetapi kosakata turunan dari imbuhan ini banyak digunakan. Kesimpulannya adalah adanya imbuhan yang tidak diberikan  dan ada level yang tidak ada materi imbuhan.Kata kunci:  keterampilan berbahasa; imbuhan; BIPAOne of the content materials in BIPA (Teaching Indonesian for Non-natives) is affixes. Ministry of Education and Culture’s Language Development and Fostering Agency (BPPB) formulates affixes for each level based on CEFR. This paper aims at exploring affixes formulated by BPPB. Analytical descriptive method was adopted in the study, in which the syllabus and content materials formulated by BPPB were the data sources. The findings show that 1) Affix ber- was discussed in level A1; however, words using affix meN-, meN-kan, meN-i, di-, di-kan, di-i, peN-, -an, ke-an, per-an, peN-an, ter- were often used; 2) No affixes was taught in level A2; 3) in level B1, affix ber- was re-learned in line with affix meN-,passive verb maker ter-, and affix ke-an; 4) affixes meN-,ber- (passive-active voice), ter- (passive verb maker), andke-an were taught in level B2; 5) in level C1,there was no affixes taught; 6) affixes meN- and –i were learned in level C2;7) affixes meNper, meNper-an, meNper-i, berpeN-kan, berke-an, ber-an, kepeN-an were not discussed in any levels; nonetheless, derived words from these affixes were frequently used. In conclusion, not all affixes were discussed, and not all levels provided affixes as content materials.Keywords: language skill; affixes; teaching indonesian for non-natives

Cite

CITATION STYLE

APA

Defina, D. (2018). MATERI IMBUHAN BAHASA INDONESIA DALAM BPPB PADA TINGKAT KETERAMPILAN BERBAHASA MAHASISWA ASING. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 17(2), 179. https://doi.org/10.17509/bs_jpbsp.v17i2.9656

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free