Abstract
Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis pengaruh Sustainable Livelihoods Asset terhadap adopsi teknologi budidaya jagung di Desa Kenebibi. Hasil analisis menunjukan bahwa nilai dari R/C usahatani jagung yang mengunakan teknologi budidaya jagung lebih dari 1, yakni sebesar 4,53. Dan usaha tani jagung yang tidak menggunakan teknologi sebesar 3,91 Hal ini berarti setiap biaya yang dikeluarkan oleh petani jagung sebesar RP. 1.000,- dapat menghasilkan penerimaan sebesar Rp. 4.53,-. Dan usaha tani jagung yang tidak menggunakan teknologi sebesar 3,91 Hal ini berarti setiap biaya yang dikeluarkan oleh petani jagung sebesar RP. 1.000,- dapat menghasilkan penerimaan sebesar 3,79 dan nilai product marginal (marginal effect) dari modal sosial sebesar 0.137, modal fisik sebesar 0.137 , modal finansial sebesar 0.266, modal alam sebesar 0.160 dan modal manusia sebesar 0.298 yang berarti bahwa apabila kenaikan modal manusia, modal fisik, modal sosial, modal finansial bertambah satu satuan maka kontribusi untuk mengadopsi teknologi budidaya jagung akan meningkat atau bertambah.
Cite
CITATION STYLE
Esty, M. Y. M. K. L. (2022). Pengaruh Sustainable Livelihood Asset Terhadap Adopsi Teknologi Budidaya Jagung Di Desa Kenebibi, Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu. AGRIMOR, 7(1), 18–22. https://doi.org/10.32938/ag.v7i1.1469
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.