Abstract
Pasar modal sendiri berperan strategis dalam meningkatkan ketahanan ekonomi suatu negara. Hal ini mau tidak mau hendak membiasakan investasi investor di pasar modal, eksklusifnya saham. Harga saham yang sebagai perbandingan pertumbuhan segala saham yang tercatat di Bursa Dampak Indonesia yakni Indeks Harga Saham Gabungan. Pertumbuhan pergerakan harga saham tidak selamanya stabil, akan tetapi akan terdapat perubahan- perubahan yang terjalin pada harga saham baik naik ataupun turun pastinya akan mempengaruhi pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan Indonesia. Jenis penelitian kuantitatif, menggunakan data sekunder berdasarkan horison waktu time series dan data cross section kurun waktu Januari 2017 hingga Desember 2021 yang diperoleh dari website resmi seperti Bank Indonesia dan BPS. Penelitian ini menggunakan model Autoregressive Distributed Lag (ARDL). Hasil penelitian menggunakan metode ARDL menunjukan bahwa pada Uji regresi secara simultan (Uji F) menunjukan bahwa keempat variabel independen didalam penelitian secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap Indeks Harga Saham Gabungan. Sedangkan dalam uji regresi secara parsial (Uji t) dapat dinyatakan bahwa variabel Suku bunga dan JUB memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap IHSG Sedangkan, variabel inflasi dan nilai tukar memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap IHSG.
Cite
CITATION STYLE
Raudatullaily, N., & Khasanah, U. (2023). Pengaruh Variabel Makro Ekonomi Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan. Jurnal Simki Economic, 6(2), 255–268. https://doi.org/10.29407/jse.v6i2.248
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.