Abstract
Bagik Payung Selatan Village is one of the villages in Suralaga District, East Lombok Regency with a dense population of over 1.2 million people spread across 10 hamlets. The high population in Bagik Payung Selatan Village causes quite high amounts of waste production which can be seen from the large amount of rubbish piled up on the side of the road and environmental cleanliness still neglected. The community in Bagik Payung Selatan Village has a low level of awareness and knowledge regarding inorganic waste management. Most of the inorganic waste is plastic waste produced daily from household waste. This community service activity aims to provide education on inorganic waste management using ecobrick techniques with zero waste system principles in Bagik Payung Selatan Village so that the local community can manage inorganic waste well. The method of educating the community is carried out by providing outreach and training in skills to make handicraft products from inorganic waste which has previously been prepared using the ecobrick technique. The results of this community service activity include public knowledge and awareness regarding ecobrick techniques, the zero waste system principles, and community creativity in managing inorganic waste increased. The community is very enthusiastic about turning household waste into multiple useful handcraft products that can be reused and sold since they have high economic value to help the local community's economy.Desa Bagik Payung Selatan merupakan salah satu desa di Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur dengan populasi penduduk yang padat yaitu lebih dari 1,2 juta penduduk tersebar di 10 dusun. Tingginya kepadatan penduduk di Desa Bagik Payung Selatan menyumbang jumlah produksi sampah yang cukup tinggi yang terlihat dari banyaknya sampah yang menumpuk di pinggir jalan dan kebersihan lingkungan yang masih sering diabaikan. Masyarakat di Desa Bagik Payung Selatan memiliki tingkat kesadaran dan pengetahuan yang rendah mengenai pengelolaan sampah anorganik. Sampah anorganik sebagian besar berupa sampah plastik yang dihasilkan setiap hari berasal dari sampah rumah tangga. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi pengelolaan sampah anorganik dengan teknik ecobrick berprinsip zero waste system di Desa Bagik Payung Selatan agar masyarakat setempat mampu mengelola sampah anorganik dengan baik. Metode pemberian edukasi kepada masyarakat dilakukan dengan memberikan sosialisasi dan pelatihan keterampilan membuat produk kerajinan tangan dari sampah anorganik yang sebelumnya telah disiapkan dengan teknik ecobrick. Hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat ini antara lain, pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai teknik ecobrick, konsep zero waste system, dan kreativitas masyarakat dalam mengelola sampah anorganik meningkat. Masyarakat sangat antusias mengubah sampah yag sehari-hari dihasilkan menjadi berbagai produk kerajinan bermanfaat yang dapat digunakan kembali dan dijual karena bernilai ekonomi tinggi untuk membantu perekonomian masyarakat setempat.
Cite
CITATION STYLE
Febriani, Y., Azim, M., Rafsanjani, A., Ramadhan, L., & Risma Fatmayanti, B. (2024). Edukasi dan Pendampingan Pengelolaan Sampah Anorganik Berprinsip Zero Waste System di Desa Bagik Payung Selatan Kecamatan Suralaga. Jurnal Teknologi Informasi Untuk Masyarakat, 2(1), 36–44. https://doi.org/10.29408/jt.v2i1.26422
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.