Abstract
Salah satu kecamatan di kabupaten Garut yaitu Kadungora merupakan penghasil kopi yang potensial. Saat ini para petani, pengepul dan pedagang kopi di Kecamatan Kadungora telah banyak dibentuk kelompok tani yang tujuannya meningkatkan pendapatan para pelaku penghasil kopi didaerah tersebut. Adanya keluhan dari konsumen bahwa kemasan ketika sampai rusak dan menyebabkab rasa kopi berubah, dan biaya distribusi yang mahal serta sering terlambat. Hal ini menyebabkan petani kopi di desa Mekar Bakti perlu diajarkan dengan cara Implementasi cara mengemas kopi green bean dan pelatihan cara memilih vendor yang bisa dijadikan mitra untuk mendistribusikan kopi tersebut dengan biaya yang murah dan kualitas hasil pengiriman sesuai dengan yang diharapkan. Hasil sebelum pelatihan untuk cara pemilihan vendor pengiriman menunjukkan bahwa 30.3% peserta mengetahui cara memilih vendor pengiriman yang baik, 69.7% tidak mengetahui cara memilih vendor pengiriman yang baik dan hasil pelatihan pemilihan vendor menunjukan peserta 100% mengetahui cara memilih vendor pengiriman komoditas kopi.Hasil sebelum pelatihan untuk cara melakukan pengemasan kopi untuk kualitas local, nasional dan mancanegara menunjukkan bahwa peserta 68% mereka mengetahui cara pengemasan yang baik, 32% tidak mengetahui cara pengemasan yang baik dan hasil setelah pelatihan peserta pelatihan 100% mengetahui cara pengemasan komoditas kopi yang baik.
Cite
CITATION STYLE
Dewi, N. K., Pahpahan, H. M., & Purnama, A. W. (2023). PELATIHAN PEMILIHAN VENDOR DAN CARA PENGEMASAN UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING EKSPORT KOPI. Merpati: Media Publikasi Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Pos Indonesia, 4(2), 59–69. https://doi.org/10.36618/merpati.v4i2.2830
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.