Abstract
Efek pemantauan khusus yang diterbitkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi peringatan dini terjadinya kebangkrutan pada perusahaan, sehingga tujuan penelitian ini memprediksi kebangkrutan pada perusahaan yang terdaftar dalam efek pemantauan khusus di tahun 2020-2022, mendeteksi perbedaan keempat model kebangkrutan Grover, Springate, Zmijewski, dan Ohlson, dan meninjau tingkat akurasi dari keempat model tersebut. Penelitian eksplanatif ini, mendeteksi 15 sampel perusahaan properti dan real estate dengan menggunakan uji One-Way Anova. Hasil penelitian ini menjelaskan terdapat dua perusahaan yang terhindar dari prediksi keempat model kebangkrutan yaitu kode emiten BAPI dan REAL. Terdapat perbedaan yang signifikan pada model kebangkrutan Zmijewski, sedangkan model Ohlson yang tidak terdeteksi perbedaan dengan ketiga model lainnya. Tingkat akurasi menunjukkan keakuratan tertinggi pada model Zmijewski sebesar 87 persen, dilanjutkan Grover, Ohlson, dan Springate.
Cite
CITATION STYLE
Haloho, C. R., & Setyawan, S. (2024). Perbandingan Model Kebangkrutan Grover, Springate, Zmijewski dan Ohlson pada Perusahaan Properti dan Real Estate Tahun 2020-2022. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(4), 3552–3558. https://doi.org/10.54371/jiip.v7i4.3885
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.