FUNGSI DAN MAKNA LAGU GUBANG DALAM UPACARA SIAR MAMBANG PADA MASYARAKAT TANJUNGBALAI

  • Tua Siagian T
  • Ginting P
  • Wiflihani W
N/ACitations
Citations of this article
13Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi, fungsi, makna dan tanggapan masyarakat mengenai lagu gubang pada Upacara Siar Mambang di Tanjungbalai, Sumatera Utara. Teori yang digunakan adalah fungsi, makna, Gubang, dan Siar Mambang. Fungsi merupakan kegunaan gubang pada upacara Siar Mambang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, sedangkan yang menjadi informan penelitian terdiri dari 13 orang yang terdiri dari tokoh adat 1 orang, pemusik 5 orang, penari 2 orang, masyarakat kota Tanjungbalai 5 orang. Alat yang digunakan untuk pengumpulan data adalah dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gubang adalah komposisi musik melayu berupa ensambel musik. Siar Mambang adalah upacara pengobatan untuk orang sakit. Dalam susunananya, adanya sebuah lagu yang bertempo semakin cepat untuk menciptakan keadaan trance (kerasukan roh) pada upacara Siar Mambang dan lagu tersebut adalah lagu gubang. Instrumen musik yang dimainkan pada upacara siar mambang ini antara lain gendang, tawak-tawak, dan bangsi faktor yang menyebabkan semakin jarang dilaksanakan upacara siar mambang ialah kondisi keagamaan, ekonomi, sistem pengobatan modern. Kata Kunci: Fungsi, Makna, Gubang, Siar Mambang.

Cite

CITATION STYLE

APA

Tua Siagian, T. H., Ginting, P. P., & Wiflihani, W. (2020). FUNGSI DAN MAKNA LAGU GUBANG DALAM UPACARA SIAR MAMBANG PADA MASYARAKAT TANJUNGBALAI. Jurnal Sitakara, 5(2), 27–39. https://doi.org/10.31851/sitakara.v5i2.4778

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free