Analisis Risiko Kebakaran Di Bandar Udara RR Menggunakan Metode FMEA

  • Gani M
  • Histiarini A
  • Ahistasari A
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
155Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Risiko adalah “kemungkinan terjadinya sebuah peristiwa yang dapat mempengaruhi pencapaian tujuan organisasi”, Hal ini menunjukkan bahwa perlunya kewaspadaan dan pencegahaan terhadap kebakaran perlu ditingkatkan. Pengendalian risiko (Risk Control) merupakan tindakan yang dilakukan untuk menyelamatkan perusahaan dari kerugian, dengan menentukan cara terbaik menangani risiko. Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) adalah sebuah metode evaluasi kemungkinan terjadinya sebuah kegagalan dari sebuah sistem, desain, proses atau service untuk dibuat langkah penanganannya. Tujuan pokok dari FMEA adalah untuk mengetahui dan mencegah terjadinya gangguan dengan mengetahui risiko yang mungkin terjadi dan membuat strategi penurunan risiko tersebut.Ada tiga komponen yang akan membantu dalam menentukan prioritas dari gangguan yaitu : a. Frekuensi (occurrence) b. Tingkat Kerusakan (severity) c. Tingkat Deteksi (detection). Berdasarkan hasil pengolahan data, terdapat 8 level risiko tertinggi dari RPN yang terbesar adalah 213.33 dan RPN yang level resiko sedang adalah 76. Sedangkan level risiko kebakaran tertinggi dari RPN yang terbesar adalah 193.33 dan RPN yang level risiko sedang adalah 110.Risk is "the possibility of an event occurring that can affect the achievement of organizational goals", this shows that the need for awareness and prevention of fires needs to be increased. Risk control is an action taken to save the company from losses, by determining the best way to deal with risk. Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) is a method of evaluating the possibility of a failure of a system, design, process or service to make steps for handling it. The main objective of FMEA is to identify and prevent disturbances by knowing the risks that may occur and developing strategies to reduce these risks. There are three components that will assist in determining the priority of disturbances, namely: a. Frequency (occurrence) b. Level of Damage (severity) c. Detection level (detection). Based on the results of data processing, there are 8 highest risk levels from the RPN, the largest is 213.33 and the RPN with a moderate risk level is 76. Meanwhile, the highest fire risk level from the largest RPN is 193.33 and the RPN with a medium risk level is 110.

Cite

CITATION STYLE

APA

Gani, M., Histiarini, A. R., Ahistasari, A., & Wariori, R. Y. (2023). Analisis Risiko Kebakaran Di Bandar Udara RR Menggunakan Metode FMEA. Metode : Jurnal Teknik Industri, 9(1), 22–33. https://doi.org/10.33506/mt.v9i1.2205

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free