Abstract
Penelitian ini membahas kurikulum berbasis cinta pada jenjang PAUD, SD, SMP sebagai pendekatan pembelajaran yang menekankan kehangatan relasi, empati, serta dukungan emosional bagi peserta didik di tengah perkembangan dunia digital. Tujuan penelitian ini adalah mejelaskan konsep kurikulum berbasis cinta, bentuk implementasi, peran pendidik, serta bagaimana teknologi dapat memperkuat proses belajar yang lebih humanis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur yang menelaah berbagai sumber tentang pendidikan karakter, perkembangan anak, dan perkembangan digital. Hasil menunjukkan bahwa kurikulum berbasis cinta mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, suportif, dan sesuai dengan kebutuhan generasi masa kini. Pembahasan juga menegaskan bahwa pendekatan ini dapat memperkuat nilai positif, dan membangun interaksi sosial yang sehat di sekolah. Kesimpulannya, kurikulum berbasis cinta menjadi fondasi penting untuk mewujudkan pembelajaran yang relevan, bermakna, dan mendukung perkembangan holistik peserta didik
Cite
CITATION STYLE
Septiarina, E. D., & Hidayati, N. (2025). Membangun Pembelajaran Penuh Cinta bagi Gen Z di Era Digital. Proceedings of Annual Islamic Conference for Learning and Management, 2, 476–485. https://doi.org/10.15642/aiclema.2025.2.476-485
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.