Abstract
Kegiatan pertanian di Kelurahan Bukit Tunggal menghasilkan sisa sayur dan buah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Biasanya sisa-sisa tersebut hanya dibiarkan membusuk ditumpuk di suatu tempat. Tim memandang permasalahan ini harus diselesaikan, supaya tidak menambah dampak buruk pada lingkungan dengan adanya gas metana. Oleh sebab itu, tim memberikan pelatihan dan pendampingan kelompok tani dalam mengolah limbah pertanian menjadi ekoenzim. Metode yang tim gunakan dalam pelaksanaan kegiatan PkM mengacu pada 4 tahapan yaitu persiapan, sosialisasi program, pelatihan dan pendampingan, serta evaluasi. Hasil kegiatan pelatihan dan pendampingan menunjukkan antusiasme 35 peserta yang berasal dari seluruh kelompok tani di kelurahan Jekan Raya. Kegiatan ini dipandang berhasil dengan tolak ukur pre test dan post tes yang tim lakukan. Hanya terdapat 25% peserta pelatihan yang mengetahui ekoenzim pada saat prestes, namun setelah kegiatan pelatihan pemahaman peserta meningkat menjadi 90% terhadap pembuatan ekoenzim.
Cite
CITATION STYLE
Saefulloh, A., Agustiani, R., Elsandika, G., Telaumbanua, J., Tabang, V., Khairi, K., & Fitriani, F. (2024). Pelatihan dan Pendampingan Kelompok Tani dalam Mengolah Limbah Pertanian Menjadi Ekoenzim di Kelurahan Bukit Tunggal. I-Com: Indonesian Community Journal, 4(3), 2162–2171. https://doi.org/10.33379/icom.v4i3.5271
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.