Abstract
Banjir merupakan kejadian meluapnya air di sungai melebihi batas kapasitas. Beberapa wilayah di Indonesia terutama kabupaten pasuruan sering terjadi banjir, salah satunya yaitu DAS Rejoso yang sering terjadi banjir tiap tahunnya. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya untuk segera meminimalisir terjadinya bencana banjir. Dengan merencanakan bangunan air dibutuhkan data debit banjir rencana sebagai dasar perencanaan dimensi dan stabilitas bangunan air. Dalam penelitian ini analisa hidrologi dimulai dengan menghitung hujan rata-rata kawasan menggunakan metode poligon Thieseen, analisa hujan kala ulang menggunakan metode gumbel yang di uji menggunakan metode chi kuadrat, kemudian analisa intensitas hujan menggunakan metode Mononobe, dan analisa hidrograf menggunakan metode HSS Nakayasu. Hasil penelitian menyatakan bahwa debit puncak DAS Rejoso periode ulang 2, 5, dan 10 tahun berturut-turut yaitu 769,32 m3/det; 971,62 m3/det dan 1116,96 m3/det. Pada periode 25, 50 dan 100 tahun berturut-turut yaitu sebesar 1274,80 m3/det; 1400,35 m3/det dan 1524,97 m3/det. Debit banjir rencana DAS Rejoso mulai mengalami kenaikan kurva pada jam 0 hingga jam ke 2. Sedangkan debit puncaknya terjadi pada jam ke 2. Dijam ke 3 debit banjir DAS Rejoso mulai terjadi penurunan kurva sampai pada jam ke 13.
Cite
CITATION STYLE
Arifin, Z., & Maulidiyah, A. (2025). Analisa Debit Banjir Rencana DAS Rejoso Menggunakan Metode Hidrograf Satuan Sintetik Nakayasu. Jurnal Komposit, 9(1), 17–26. https://doi.org/10.32832/komposit.v9i1.17597
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.