Abstract
Artikel ini berupaya menjelaskan fenomena dua film nasional “A Man Called Ahok” dan “Hanum & Rangga” yang dirilis pada waktu yang sama menjelang pemilihan umum 2019. Dengan menggunakan perspektif komunikasi politik, artikel ini bertanya apakah pemutaran kedua film yang bersamaan tersebut merepresentasikan kepentingan politik calon presiden/wakil presiden pada Pemilu 2019? Artikel ini berargumen bahwa tidak cukup bukti untuk menyimpulkan bahwa pemutaran kedua film pada tanggal yang sama menjelang pemilihan presiden tahun 2019 merupakan alat kampanye politik bagi calon-calon presiden. Tidak adanya hubungan yang explisit antara konten kedua film dengan kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden yang bersaing dalam pemilu 2019. Dalam perspektif komunikasi politik, apa yang mungkin lebih bisa dikatakan adalah kedua film merupakan alat kepentingan politik personal kedua tokoh yang diangkat dalam kedua film. Pengaruh kedua film terhadap pemilih pada pemilu 2019 dapat dikatakan tidak signifikan karena pendirian pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden sudah terbangun dengan kuat sebelum rilis kedua film.
Cite
CITATION STYLE
Susilawati, A. (2020). Film dan Reperesentasi Kepentingan Politik: Kasus Pemutaran Film “A Man Called Ahok” dan “Hanum & Rangga” Menjelang Pemilu 2019. JISPO Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 10(1), 63–74. https://doi.org/10.15575/jispo.v10i1.4882
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.