Abstract
Salah satu manfaat dari sinar matahari adalah menguapkan air (destilasi). Adapun prinsip kerja alat ini adalah radiasi matahari menembus glass cover dan mengenai permukaan absorber, sehingga berubah menjadi energi panas. Energi panas dari absorber diserap oleh plat dan air laut pada wadah penampung pada alat destilasi menyebabkan terjadi penguapan. Uap air yang dihasilkan akan bergerak ke atas dan menempel pada permukaan bawah glass cover. Adanya kalor yang dipindahkan ke lingkungan menyebabkan uap air yang telah mencapai temperatur jenuh mengembun. Embun yang menempel pada permukaan glass cover bagian dalam akan turun secara grafitas mengikuti kemiringan glass cover pada pipa keluar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kuantitas dan kualitas air tawar yang dihasilkan alat destilasi dengan menggunakan energi matahari. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan rancangan percobaan alat destilasi air laut. Hasil penelitian menunjukkan kuantitas air destilasi yang dihasilkan mulai dari jam 07:00 sampai jam 16:00 selama 8 hari sebesar 2578 ml. Kualitas air tawar yang dihasilkan dari alat destilasi mencangkup Kekeruhan, warna, zat padat terlarut, suhu, rasa, dan bau telah memenuhi syarat untuk digunakan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan peraturan menteri kesehatan Republik Indonesia nomor 32 Tahun 2017 tentang standar baku mutu kesehatan lingkungan dan persyaratan kesehatan air untuk keperluan higiene sanitasi.
Cite
CITATION STYLE
Yani, A. (2021). Study experimental alat destilasi air laut terhadap kuantitas dan kualitas air tawar yang dihasilkan dengan menggunakan energi matahari. Turbo : Jurnal Program Studi Teknik Mesin, 10(2). https://doi.org/10.24127/trb.v10i2.1744
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.