Abstract
Biodiesel merupakan bioenergi bersih terbarukan karena dapat dihasilkan dari minyak nabati. Salah satu upaya dalam meningkatkan kemandirian energi di bidang kelautan (blue energy) adalah dengan menyiapkan bahan bakar alternatif potensial yang berasal dari mikroalga. Mikroalga mempunyai keunggulan dibandingkan jenis tumbuhan lain, karena pertumbuhan mikroalga sangat produktif serta laju pertumbuhannya sangat cepat dan tidak membutuhkan lahan yang subur, sehingga tidak bersaing dengan tanaman pangan. Beberapa mikroalga memiliki kandungan minyak hingga sebesar 80% dari massa tubuhnya. Bertujuan untuk memberikan informasi tentang perbedaan metode ekstraksi dan identifikasi kandungan minyak dengan mikroalga jenis Chlorella sp. yang dapat menjadikan bahan baku biodiesel. Metode penelitihan ini menggunakan analisis FTIR (Fourier Transform Infrared) dan GC-MS (Gas Chromatography-Mass Spectrometry). Hasil penelitian menunjukkan metode ekstraksi soxhlet dapat memisahkan biodiesel serta identifikasi bahan baku biodiesel diperoleh presentase minyak mikroalga dan kandungan senyawa. Senyawa yang paling dominan yaitu senyawa Asam Linoleat, senyawa Asam Palmitat, yang di dominasi oleh senyawa Asam Stearat.
Cite
CITATION STYLE
Rheamyta Carissa Siregar, & Mahmiah. (2023). Blue Energy dari Mikroalga Chlorella sp. sebagai Bahan Baku Biodiesel. Jurnal Riset Kelautan Tropis (Journal Of Tropical Marine Research) (J-Tropimar), 5(2), 79–85. https://doi.org/10.30649/jrkt.v5i2.73
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.