Abstract
Pesatnya peningkatan teknologi penginderaan jauh memunculkan tiga paradigma metode klasifikasi citra penginderaan jauh, yaitu berbasis piksel, berbasis objek, dan berbasis pemandangan. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan metode klasifikasi citra penginderaan jauh dan mengetahui proses revolusi saintifik Thomas Kuhn (pra-paradigma, sains normal, anomali, krisis, dan revolusi saintifik) yang terjadi pada perkembangan metode klasifikasi tersebut. Penyusunan artikel ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dari berbagai sumber literatur ilmiah yang relevan, kemudian diuraikan tahapan revolusi sains terkait perkembangan metode klasifikasi citra penginderaan jauh. Paradigma I perkembangan metode klasifikasi citra penginderaan jauh dimulai pada tahun 1970-an, ketika pertama kali satelit Landsat diluncurkan. Pada paradigma ini digunakan klasifikasi citra penginderaan jauh berbasis piksel atau sub-piksel, karena resolusi spasial citra penginderaan jauh sangat rendah. Paradigma II (tahun 2000-an), digunakan metode klasifikasi berbasis objek karena lebih efisien daripada analisis berbasis piksel. Dirilisnya dataset penggunaan lahan (UC-Merced) pada tahun 2010-an, interpretasi citra penginderaan jauh berbasis pemandangan mulai digunakan, karena metode berbasis piksel dan objek tidak cukup mengklasifikasikan dengan benar.
Cite
CITATION STYLE
Ambarwari, A., Husni, E. M., & Mahayana, D. (2023). Perkembangan Paradigma Metode Klasifikasi Citra Penginderaan Jauh dalam Perspektif Revolusi Sains Thomas Kuhn. Jurnal Filsafat Indonesia, 6(3), 465–473. https://doi.org/10.23887/jfi.v6i3.53865
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.