Marital Rape dan Gender Equality: Sosialisasi KUHP Pasal 477 di Desa Suci Panti Kabupaten Jember

  • Ashari B
  • Ainiyah Q
  • Nuronia R
N/ACitations
Citations of this article
13Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kaum perempuan sering menjadi korban kekerasan rumah tangga. Kekerasan dapat pula timbul penolakan istri berhubungan suami istri. Di Desa Suci Kecamatan Panti Kabupaten Jember ditemui laporan warga terhadap kepala lingkungan setempat terkait adanya kekerasan dalam rumah tangga. Pola pikir terkesan masih kolot dan minim pengetahuan, sehingga perkembangan teknologi dan informasi hukum sedikit sekali yang mengetahui. Budaya patriarki masih sangat kental, segala hal diatur oleh laki-laki dan perempuan hanya sebagai kaum penurut. Menyikapi masalah tersebut, penting untuk dilakukan pendampingan berbasis penyuluhan kepada kaum perempuan di Desa Suci tersebut. Penyuluhan dilakukan dengan memberikan paparan materi tentang Hukum Pidana Kekerasan Seksual dalam Rumah Tangga Menurut KUHP Pasal 477. Hasil dari adanya pengabdian ini terlihat setelah masyarakat menjadi lebih paham akan dampak negatif bagi pelaku kekerasan seksual dalam rumah tangga, dan upaya perlawanan dalam hal terjadinya pemkasaan dalam rumah tangga. Dengan adanya peningkatan pemahaman tersebut membuat masyarakat di lingkungan Desa Panti lebih sadar hukum dan terbentuknya keluarga yang harmonis, sakinah, warahmah. Dan para kaum perempuan saat ini tidak lagi takut untuk melaporkan jika terjadi kekerasan dalam rumah tangganya sebab mereka tahu bagaimana solusi jika terjadi kekerasan dalam rumah tangga. Penting bagi pasangan suami istri saling memahami persoalan marital rape (perkosaan dalam rumah tangga) agar tidak timbul adanya ancaman hingga ketakutan bagi istri yang memicu terjadinya kekerasan rumah tangga.

Cite

CITATION STYLE

APA

Ashari, B., Ainiyah, Q., & Nuronia, R. (2023). Marital Rape dan Gender Equality: Sosialisasi KUHP Pasal 477 di Desa Suci Panti Kabupaten Jember. Pandalungan: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 54–68. https://doi.org/10.62097/pandalungan.v1i2.1349

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free