Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan strategi yang tepat diterapkan oleh Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Cilegon dalam Pelayanan Informasi Publik. Teori yang dijadikan referensi dalam penelitian ini adalah teori strategi manajemen yang dikemukakan oleh Wheelen dan Hunger (2012:15) yang terdiri dari 4 indikator yaitu observasi lingkungan, formulasi strategi, implementasi strategi, evaluasi dan pengendalian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis data melalui hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi dalam Pelayanan Informasi Publik pada Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Cilegon sudah mengalami peningkatan yang cukup baik dibandingkan sebelumnya terutama dari segi evaluasi yang dilakukan. Namun masih terdapat hambatan seperti kurangnya sumber daya manusia dalam mengelola pelayanan informasi publik, kurangnya kemampuan SDM dalam menguasai materi informasi yang dibutuhkan masyarakat, dan rendahnya partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan kebebasan dalam memperoleh informasi. Selain itu menyediakan informasi publik melalui media elektronik khususnya website dinilai belum lengkap dan tidak selalu ter-update dengan baik. Kurangnya koordinasi dengan instansi pemerintah daerah juga menjadi kendala dalam pengelolaan informasi secara komprehensif.Penelitian ini bertujuan untuk menemukan serta menggambarkan bagaimana Strategi yang tepat dilakukan oleh Diskominfo Kota Cilegon Dalam Pelayanan Informasi Publik. Teori yang digunakan sebagai acuan dalam penelitian ini ialah teori strategi manajemen yang dikemukakan oleh Wheelen dan Hunger (2012:15) terdiri dari 4 indikator yaitu pengamatan lingkungan, formulasi strategi, implementasi strategi, evaluasi dan kontrol. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis data melalui hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi dalam Pelayanan Informasi Publik pada Diskominfo Kota Cilegon telah mengalami peningkatan yang cukup baik dibandingkan sebelumnya terutama dalam hal evaluasi yang dilakukan. Namun masih terdapat hambatan seperti kurangnya sumber daya manusia dalam mengelola pelayanan informasi publik, kurangnya kemampuan SDM dalam menguasai materi informasi yang dibutuhkan masyarakat, dan rendahnya partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan kebebasan untuk memperoleh informasi. Selain itu, penyediaan informasi publik melalui media elektronik, terutama website, dinilai belum lengkap dan tidak selalu terupdate dengan baik. Kurangnya koordinasi dengan instansi pemerintah daerah juga menyebabkan tertundanya pengelolaan informasi secara komprehensif.
Cite
CITATION STYLE
Titi Stiawati, & Mega Okta Noerisma. (2024). Strategi Ddalam Pelayanan Informasi Publik Pada DISKOMINFO Kota Cilegon. Sawala : Jurnal Administrasi Negara, 12(2), 425–443. https://doi.org/10.30656/sawala.v12i2.9680
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.