Abstract
Abstract: In Indonesia, cervical cancer is the second most prevalent type of cancer among women. By 2020, the incidence of cervical cancer in Indonesia will be 24.4 cases per 100,000 people. Because the coverage of early detection of cervical cancer is still low, one of the causes of continuously rising cervical cancers is IVA. Puskesmas Bareng has the lowest IVA coverage in Malang City, at 1.3% by 2021. Knowledge, access to information, and health care support influence cervical cancer screening behavior through low IVA methods. The aim of this study was to find out how knowledge, access to information, and health support influenced the behavior of IVA examinations in women in Puskesmas Bareng who were between 30 and 50 years of age. The study used a cross-sectional approach, with a population of 1782 women in the Bareng Public Health Center working area aged between 30 and 50. Purposive sampling was used to collect 95 respondents. The questionnaire is used to collect data. Bivariate data analysis using chi-square tests and multivariate analysis using double logistic regression The results of the bivariate analysis explained that there was a relationship between the knowledge variable and IVA examination behavior (p = 0.000), information access to IVA evaluation behavior (p = 0.001), and health support for IVA testing behaviors (p = 0.024). In the multivariate test, the variable that has the most dominant influence on the IVA test is the knowledge variable. Abstrak: Kanker leher rahim adalah jenis kanker kedua yang paling umum dialami oleh perempuan di Indonesia. Pada tahun 2020, angka kejadian kanker leher rahim di Indonesia sebesar 24,4 kasus per 100.000 orang. Karena cakupan deteksi dini kanker leher rahim masih rendah, salah satu penyebab kanker leher rahim terus meningkat adalah IVA. Puskesmas Bareng memiliki cakupan IVA terendah di Kota Malang, sebesar 1,3% pada tahun 2021. Pengetahuan, akses ke informasi, dan dukungan tenaga kesehatan memengaruhi perilaku pemeriksaan kanker leher rahim melalui metode IVA yang rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengetahuan, akses ke informasi, dan dukungan tenaga kesehatan berpengaruh terhadap perilaku pemeriksaan IVA pada wanita di Puskesmas Bareng yang berusia antara 30 dan 50 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional, dengan populasi 1782 wanita di wilayah kerja puskesmas Bareng berusia antara 30 dan 50 tahun. Metode purposive sampling digunakan untuk mengumpulkan 95 responden. Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data. Analisis data bivariat menggunakan uji chi-square dan multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Hasil analisis bivariat menjelaskan terdapat hubungan antara variabel pengetahuan terhadap perilaku pemeriksaan IVA (p = 0.000), akses informasi terhadap perilaku pemeriksaan IVA (p = 0.001), dan dukungan tenaga kesehatan terhadap perilaku pemeriksaan IVA (p = 0.024). Pada uji multivariat didapatkan variabel yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap pemeriksaan IVA yaitu variabel pengetahuan.
Cite
CITATION STYLE
Putri, Y. A., Hapsari, A., Ekawati, R., & Wardani, H. E. (2024). Hubungan Pengetahuan, Akses Informasi, dan Dukungan Tenaga Kesehatan terhadap Perilaku Pemeriksaan IVA pada Wanita Usia 30-50 Tahun di Puskesmas Bareng. Sport Science and Health, 6(2), 207–217. https://doi.org/10.17977/um062v6i22024p207-217
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.