Korelasi Kadar Angiopoietin-2 Plasma dan Petanda Inflamasi Dengan Resistensi Insulin Pada Penderita Obesitas Abdominal

  • Budhitresna A
N/ACitations
Citations of this article
7Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

AbstrakObesitas abdominal (Ob-Ab) merupakan komponen utama resistensi insulin (RI) yaitu kekutan pendorong utama untuk terjadinya diabetes mellitus (DM) tipe-2. Kadar angiopoietin-2 (Ang-2) plasma dilaporkan mengalami peningkatan pada penderita Ob-Ab dan diduga bahwa Ang-2 berpengaruh untuk terjadinya RI. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi kadar Ang-2, Inflamasi dan RI pada penderita Ob-Ab. Dilakukan penelitian secara cross-sectional analitik pada 81 penderita dengan Ob-Ab. Kadar TNF-α, sTNFR1 dan Ang-2 plasma diukur menggunakan metode ELISA. RI diukur menggunakan HOMA-IR. Analisis varian (ANOVA) dipergunakan untuk mengetahui persamaan variabel kontinyu. Analisis multivariat dipergunakan untuk mengetahui peran kadar TNF-α, s-TNFR-1, Ang-2 terhadap RI. Model analisis jalur (path analysis) dipergunakan untuk mengetahui pengaruh faktor risiko terjadinya RI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar TNF-α plasma tidak berkorelasi dengan HOMA-IR, sedangkan sTNFR-1 dan Ang -2 plasma berkorelasi positif bermakna dengan HOMA-IR (masing-masing r=0,323; p=0,003 dan r = 0,641; p=<0,001). Pada analisis multivariat ditemukan Ang-2 merupakan faktor bebas berhubungan dengan HOMA-IR (p=<0,001). Kadar Ang-2 plasma yang tinggi merupakan faktor dominan (64,1%, p=<0,001). Simpulan: pada penderita Ob-Ab kadar Ang-2 berkorelasi dengan terjadinya RI dan inflamasi. p=0.154) whereasTNFR-1 and Ang-2 were significantly positive correlated with p = 0.003 and r = 0.641, p=<0.001, respectively Kata kunci: Ang-2, resistensi insulin, inflamasi, obesitas abdominal. Abstract [Correlation of Plasma Angiopoietin-2 and Inflammation Marker with Insulin Resistence in Patients with Central Obesity] Abdominal obesity (Ab-Ob) is a central component of insulin resistance (IR) and it is suggested that IR is a driving factor in the development of type 2 diabetes mellitus (T2DM). Plasma Ang-2 levels have been reported to increase in the Ab-Ob and it has been hypothesized that Ang-2 plays important role in the occurrence of IR. We assessed the relationship between plasma Ang-2 levels, Inflammation and IR in Ab-Ob. A cross-sectional analytic study on 81 abdominally obese subjects was performed. The concentrations of TNF-α, sTNFR1 and Ang-2 plasma were measured using ELISA method. IR was measured using HOMA-IR. Analysis of variance (ANOVA) was used to test the equality of continuous variables. Multivariate analyses were performed to examine the influence of TNF-α, s-TNFR-1, and Ang-2 on IR. Path analysis models were performed to assess the influence of risk factors on occurrence of IR. Plasma of TNF-α was not correlated with PENDAHULUANResistensi insulin (RI) merupakan komponen sentral sindroma metabolik (SM) yang meliputi obesitas abdominal (Ob-Ab), hipertensi, intoleransi glukosa, dislipidemia, DM tipe 2, keadaan proinflamasi dan

Cite

CITATION STYLE

APA

Budhitresna, A. A. G. (2017). Korelasi Kadar Angiopoietin-2 Plasma dan Petanda Inflamasi Dengan Resistensi Insulin Pada Penderita Obesitas Abdominal. WMJ (Warmadewa Medical Journal), 1(1), 10. https://doi.org/10.22225/wmj.1.1.5.10-16

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free