Abstract
Biji bengkuang terbentuk dalam polong, dan setiap polong berisi antara 6 – 12 biji. Sebanyak enam aksesi bengkuang lokal asal Indonesia dikaji posisi biji dalam polong terhadap aspek perkecambahan benih. Penelitian lapang dilaksanakan di Malang (Indonesia) dari bulan Mei – Oktober 2016. Setelah polong matang diambil sebanyak 25 polong setiap aksesi dan setiap polong dibagi menjadi 1/3 bagian pangkal,1/3 bagian tengah dan 1/3 bagian ujung. Benih dari setiap bagian polong dicampur dan diambil sebanyak 20 biji pada setiap bagian polong. Rancangan penelitian adalah rancangan acak lengkap dengan dua faktor dan diulang sebanyak tiga kali. Faktor pertama adalah tiga posisi biji (pangkal, tengah dan ujung) dan faktor kedua adalah enam aksesi bengkuang lokal Indonesia. Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa posisi biji berpengaruh nyata terhadap karakter berat individual biji, panjang daun, lebar daun, indeks bentuk daun, bobot kering kecambah, dan bobot kering akar. Biji yang berasal dari bagian tengah polong menghasilkan panjang daun, lebar daun, indeks bentuk daun, bobot kering kecambah, dan bobot kering akar yang tertinggi. Parameter viabilitas dan vigor benih tidak dipengaruhi oleh posisi biji dalam polong. Oleh karena itu, untuk mendapatkan viabilitas dan vigor benih bengkuang di lapang dapat menggunakan benih yang berasal dari bagian ujung, tengah maupun pangkal polong.
Cite
CITATION STYLE
Krisnawati, A., & Adie, M. M. (2018). Pengaruh Posisi Biji Pada Polong Terhadap Perkecambahan Benih Beberapa Varietas Lokal Bengkuang (Pachyrizus erosus L.). Jurnal Biologi Indonesia, 14(2), 175–183. https://doi.org/10.47349/jbi/14022018/175
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.