Rancang Bangun Aplikasi Mobile Foodaround dengan Augmented Reality untuk Memperkenalkan Makanan Tradisional Betawi

  • Pangestu T
  • Barus S
N/ACitations
Citations of this article
24Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan budaya kuliner yang beragam, termasuk makanan tradisional khas Betawi. Namun, warisan kuliner ini semakin tergerus di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi mobile bernama FoodARound yang menggunakan teknologi Augmented Reality (AR) tanpa penanda (markerless) untuk memperkenalkan makanan tradisional Betawi kepada masyarakat luas. Aplikasi ini memvisualisasikan objek 3D makanan seperti kerak telor, kue cucur, dan selendang mayang, serta menyediakan informasi mengenai bahan-bahan dan cara pembuatannya. Metode prototyping digunakan dalam pengembangan aplikasi, meliputi analisis kebutuhan, pembuatan prototype, evaluasi prototype, dan implementasi. Unity dan Vuforia digunakan sebagai platform pengembangan aplikasi AR, sementara Firebase Realtime Database diintegrasikan untuk menyimpan data makanan. Pengujian black box dilakukan untuk memvalidasi fungsionalitas aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi FoodARound berhasil dikembangkan dan dapat digunakan sebagai media interaktif untuk memperkenalkan makanan tradisional Betawi kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Teknologi AR memberikan pengalaman yang menarik dalam mempelajari warisan kuliner lokal. Penelitian ini menunjukkan pentingnya inovasi teknologi dalam pelestarian budaya dan edukasi kuliner tradisional.Indonesia has a rich culinary cultural heritage, including traditional Betawi cuisine. However, this culinary heritage is increasingly being eroded among the younger generation. This research aims to develop a mobile application named FoodARound that uses markerless Augmented Reality (AR) technology to introduce traditional Betawi food to a broader audience. The application visualizes 3D objects of foods such as kerak telor, kue cucur, and selendang mayang, and provides information on the ingredients and how to make them. A prototyping method was used in the development of the application, including needs analysis, prototype creation, prototype evaluation, and implementation. Unity and Vuforia were used as the AR application development platforms, while Firebase Realtime Database was integrated to store food data. Black box testing was conducted to validate the functionality of the application. The research results show that the FoodARound application was successfully developed and can be used as an interactive medium to introduce traditional Betawi food to the public, especially the younger generation. AR technology provides an engaging experience for learning about local culinary heritage. This research highlights the importance of technological innovation in preserving culture and traditional culinary education.

Cite

CITATION STYLE

APA

Pangestu, T. D., & Barus, S. P. (2024). Rancang Bangun Aplikasi Mobile Foodaround dengan Augmented Reality untuk Memperkenalkan Makanan Tradisional Betawi. Jurnal Informatika Terpadu, 10(2), 122–128. https://doi.org/10.54914/jit.v10i2.1293

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free