Studi Kelayakan Perangkap CO2 Berdasarkan Analisa Fisik Sedimen (Studi Kasus : Formasi Kabuh, Cekungan Jawa Timur Utara)

  • Lestari W
  • Ariyanti N
  • Pandu J
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
38Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Peningkatan Pengembangan Produksi Minyak dan Gas di Jawa Timur menghasilkan CO₂ lebih dari 2 juta ton/tahun. CCS (Carbon Capture and Storage) adalah upaya mitigasi mengurangi pemanasan global dengan menangkap dan menyimpan CO₂ di dalam formasi batuan sedimen dengan porositas dan permeabilitas tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi potensi penerapan CCS di cekungan Jawa Timur. Formasi Kabuh yang terletak di Zona Kendeng menjadi objek studi kelayakan sebagai perangkap CO₂. Formasi Kabuh berumur Pleistocene (N23) terdiri dari batu pasir dengan bahan non-vulkanik, mengandung kuarsa, crossbedding dengan konglomerat dan tuf, fosil vertebrata (N23) dan molusca. Sedimen ditandai dengan intensifikasi trough-jenis crossbedding, mengandung fragmen berukuran kerikil. Penelitian CCS ini menggunakan metode kuantitatif berupa analisa formasi meliputi ukuran butir, makroskopik and megaskopis petrologi, mineral dan analisa fosil, analisa struktur geologi serta menghitung kelurusan dan struktur yang dominan di daerah penelitian. Analisa Metoda Kuantitatif diharapkan menjadi penilaian Formasi Kabuh yang mungkin memenuhi persyaratan sebagai perangkap CO2

Cite

CITATION STYLE

APA

Lestari, W., Ariyanti, N., Pandu, J., Saifuddin, F., Utama, W., Bahri, A. S., & Wijaya, I. P. K. (2018). Studi Kelayakan Perangkap CO2 Berdasarkan Analisa Fisik Sedimen (Studi Kasus : Formasi Kabuh, Cekungan Jawa Timur Utara). IPTEK Journal of Proceedings Series, 0(1). https://doi.org/10.12962/j23546026.y2018i1.3386

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free